Menguatkan Ukhuwah Islamiyah di Lingkungan Sekitar

Lubukbasung,kaba12 — Ramadhan tidak hanya memperkuat seorang hamba dengan Allah, melainkan juga memperkuat hubungan antar sesama muslim. Di bulan suci ini, semangat kebersamaan sering terasa lebih kuat.

Kenapa kebersamaan sering terasa lebih kuat, hal itu dapat kita dari masjid yang menjadi ramai, kegiatan sosial meningkat, dan masyarakat lebih kuat dalam saling membantu satu sama lain.

Inilah yang dalam islam disebut sebagai Ukhuwah islamiyah, yaitu persaudaran yang dibangun atas dasar iman. Persaudaraan ini tidak dibatasi oleh status sosial baik itu usia ataupun latar belakang. Selama memiliki iman yang sama, setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang – orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al – Hujurat: 10)

Sudah ditegaskan dalam ayat ini bahwa persaudaraan dalam islam bukan sekedar hubungan sosial biasa, melainkan ikatan iman yang harus dijaga, dan dipelihara.

Ukhuwah yang kuat akan melahirkan masyarakat yang saling, mendukung, saling menasihati, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Rasulullah SAW juga menggambarkan kuatnya hubungan sesama muslim melalui sabdanya:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, ukhuwah ini bukan hanya tentang rasa persaudaraan, tetapi juga tanggungjawab, setiap muslim mempunyai kewajiban menjaga, membatu, dan tidak menyakiti saudaranya.

Dilingkungan sekitar, ukhuwah islamiyah dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti saling membantu dalam kegiatan masjid, berbagi makanan berbuka puasa, mendukung kegiatan remaja masjid, hingga menjaga keharmonisan antar tetanggga.

Ramadhan 1447 H menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. Ketika ukhuwah terjaga, suasana lingkungan akan terasa lebih damai, penuh kepedulian, dan jauh dari perpecahan.

Pada akhirnya, kekuatan ummat tidak hanya terletak pada banyaknya jumlah, tetapi pada kuatnya persaudaraan di antara mereka. Dan di bulan suci inilah waktu yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat ukhuwah tersebut.

(TAUFIQ).

0Shares