Memilukan, Shanum Almahyra Derita Kanker Langka di Usia Belia

Manggopoh, kaba12 — Kabar memilukan kembali menyentak nurani menjelang bulan suci.

Adalah Shanum Almahyra, bayi asal Jorong II Sago, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung tergolek lemah di rumah sakit karena menderita kanker langka diusia belia.

Bayi malang berusia 5 bulan, anak pasangan Sutrisno,(31) dan Dwviana divonis mengidap kanker Neuroblastoma Stadium III yang baru diketahui saat sang anak masih berusia sekitar 2 bulan.

Sebelumnya, Shanum dianggap tidak apa-apa seperti bayi normal lainnya. Namun, kedua orangtuanya, merasa khawatir dengan kondisi perut Shanum kian hari makin membesar.

” Kami menganggap Shanum baik-baik saja, tapi dengan kondisi perutnya makin hari makin membesar, kami membawanya ke bidan, dan bidan menyarankan untuk membawa ke rumah sakit,” ungkap Sutrisno pada wartawan.

Dijelaskan setelah mendapat perawatan di RSUD Lubukbasung, Shanum dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang.

Di rumah sakit itu, dokter yang menangani mendiagnosis Shanum mengalami kanker langka yaitu Neuroblastoma stadium III dan diminta untuk segera dioperasi.

Bahkan, ulas Sutrisno, Shanum disarankan dokter untuk menjalani 4 siklus kemoterapi agar perutnya mengecil, sebelum dapat dioperasi karena usia Shanum yang masih sangat muda. Saat ini, Shanum baru menjalani 2 siklus kemoterapi.

Diakui Sutrisno, keluarganya masih merasa kesulitan secara ekonomi untuk pengobatan Shanum karena dirinya baru mendapat pekerjaan sebagai kolektor di sebuah perusahaan kredit motor, meski biaya ditanggung BPJS Mandiri.

“Saya akui memang agak kesulitan untuk pengobatan Shanum. Karena saya baru mendapat pekerjaan. Semua gaji saya hanya dapat sedikit menutup biaya berobat Shanum,” katanya.

Untuk meminimalisir pengeluaran, keluarganya terpaksa untuk sementara menginap di rumah singgah di belakang RSUP M. Djamil.

“Mengingat biaya bolak balik dari Lubukbasung- Padang, kami terpaksa tinggal di rumah singgah secara gratis, di belakang rumah sakit,” ujarnya.

Sutrisno mengaku hanya bisa pasrah dengan tetap menjalani keadaan yang menimpa keluarganya. “Kini saya hanya bisa tabah dan tetap meyakinkan istri saya untuk kesembuhan Shanum,” sebutnya lirih.

Sementara Wali Nagari Manggopoh Ridwan Dt. Tumbijo waktu dikonfirmasi kaba12 membenarkan kondisi Shanum tersebut.

Dijelaksan, pihaknya telah melihat kondisi bayi tersebut dan melakukan pendataan sebagai upaya untuk membantu biaya pengobatan.

Dijelaskan, pihaknya sudah melihat bayi mengalami kanker Neuroblastoma tersebut dan tengah berupaya membantu kelurganya untuk biaya pengobatan termasuk melalui UPZ Nagari Manggopoh.

Ridwan Dt. Tumbijo menegaskan, pihaknya bersama berbagai komponen masyarakat tengah berupaya mencari solusi untuk membantu Shanum dan keluarganya.

” Kita tengah upayakan, yang bersangkutan sudah kita data, mudah- mudahan solusinya segera diperoleh, ” ulas Ridwan Dt. Tumbijo lagi.

HARMEN

0Shares