Lubukbasung, kaba12 — Masa tanggap darurat ( MTD ) II bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di 3 nagari di kecamatan Tanjung Raya, Kamis, (13/7) lalu, dinyatakan berakhir Kamis, (10/8). Untuk tahap selanjutkan, Pemkab.Agam dibawah koordinasi BPBD Agam akan fokus pada proses pemulihan sarana terdampak di berbagai titik.
Sebelumnya, sesuai SK Bupati Agam diberlakukan MTD I selama 14 hari terhitung mulai tanggal 16-28 Juli, yang berlanjut dengan MTD II selama 14 hari terhitung mulai tanggal 28 Juli sampai 10 Agustus 2023, dimana sesuai ketentuan,terhitung Kamis, (10/8) seluruh operasional posko penanganan pasca bencana di Muko-Muko, Nagari Koto Malintang akan ditutup.
Walau demikian, penanganan lapangan masih akan terus berlanjut terutama pembenahan dan proses pemulihan sarana terdampak, baik rumah-rumah penduduk, sarana irigasi, sarana jalan dan jembatan, gedung sekolah, mesjid dan mushalla serta sarana lain yang masih belum sepenuhnya bersih dari tumpahan material longsor.

Sementara untuk pusat komando penanganan pasca bencana di masa pemulihan yang nantinya akan berlanjut ke tahapan rehabilitasi-rekonstruksi akan dipusatkan di kantor BPBD Agam yang akan mengkoordinir langkah-langkah penanganan di lapangan.
Hal itu dijelaskan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam menjawab kaba12 terkait dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah kecamatan Tanajung Raya, Kamis, (10/8).
Disebutkan Bambang Warsito, saat ini secara umum proses penanganan dampak kebencanaan yang terjadi di 3 nagari masing-masing Nagari Koto Malintang, Nagari Tanjung Sani dan Nagari Sungai Batang sudah dilakukan, hanya saja masih diperlukan proses pemulihan dan masa transisi menjelang rehab-rekons.

Ditambahkan, sesuai instruksi Bupati Agam, pihaknya akan terus melakukan proses pembersihan dan proses pemulihan di lapangan, termasuk tengah mengupayakan dukungan rehab-rekon dari BNPB terutama untuk pembenahan sarana terdampak bencana.
Menjawab kaba12, pengelolaan bantuan yang masih terus mengalir untuk warga terdampak bencana di wilayah itu, Bambang Warsito menyebutkan, bantuan akan dikelola posko pendukung di masing-masing jorong yang masih terus beroperasi, “ kita fokuskan proses pemulihan untuk masa transisi rehab-rekons,” jelasnya.
-HARMEN-
