Makam Tua di Kompleks GOR Rang Agam,Bukti Sejarah Kota Lubuk Basung

Oleh : Fadly SAN,SSn-D’Palano Art

Lubuk Basung merupakan ibukota dari Kabupaten Agam. Dimana pusat pemerintahannya terletak pada kenagarian Lubuk Basung, tepatnya di Jorong Surabayo. Dimasa ini nagari Lubuk Basung melakukan pemekaran, salah satunya pada jorong Surabayo yang menjadi Nagari Persiapan.

Dengan berjalan lancarnya pemekaran ini membuat Nagari Persiapan Surabayo insyaallah nantinya menjadi Nagari Defenitif. Seiring berjalannya waktu kota lubuk basung menjadi semakin berkembang. Terlihat dari berkembangnya infranstruktur dan ruang publik.

Salah satunya dapat dilihat dari komplek Gor Rang Agam yang menjadi pusat keramaian masyarakat. Ditempat ini terdapat sebuah makam tua yang tidak disadari sebagian besar masyarakatnya. Dikarenakan makam ini seperti sebidang tanah yang sengaja disisihkan dan terkesan terbengkalai pada sudut pusat keramaian.

Tidak jarang terlihat masyarakat yang berjalan dengan santainya diatas makam, duduk santai sambil berselfie-ria diatas batu nisan. Bahkan ada yang buang air kecil disana dikarenakan ketidaktahuan bahwa sebidang tanah kosong itu merupakan kumpulan makam tua.

Bebrapa waktu terakhir muncul inisiatif dari sebuah komunitas sosial yang peduli akan hal ini. Tindakan yang dilakukan yaitu dengan bakti sosial membersihkan Kumpulan makam dan memagar makam ini dengan menggunakan bambu dan alat seadanya.

Sehingga menghambat masyarakat untuk melintasi kumpulan makam ini. Namun sejak adanya dilakukan pemagaran dengan menggunakan bambu, mulailah terinformasikan kepada masyarakat disana. Bahwa sebidang tanah kosong itu merupakan kumpulan makam tua. Dimana makam ini mengandung sejarah mengenai pembangunan pusat keramaian masyarakat dan sejarah mengenai perkembangan kota Lubuk Basung.

Menurut informasi yang disampaikan oleh masyarakat yang mengetahui tentang makam ini, dalam sebidang tanah kumpulan makam tersebut terdapat makam salah satu tokoh terkemuka. Yaitu, makam Wali Nagari pertama Nagari Lubuk Basung dan merupakan salah seorang Niniak Mamak pasukuan Jambak, yaitu Dt. Bagindo Ali.

Bukan hanya itu kumpulan makam yang disebuahkan pada sebidang tanah itu mengandung sebuah sejarah mengenai asal muasal penamaan daerah setempat. Daerah yang saat ini kita kenal dengan nama Padang Baru ternyata dahulunya bernama Padang Pusaro.

Hal ini erat kaitannya dengan kumpulan makam yang ada di sudut pusat keramaian tersebut. Sehingga kumpulan makam ini menjadi sebuah bukti sejarah asal-usul penamaan Padang Baru dalam sebidang tanah.

Itulah beberapa informasi yang berhasil dirangkum dari masyarakat setempat yang mengetahui mengenai kumpulan makam tersebut. Kita berharap dengan adanya informasi ini, kumpulan makam ini bisa dijadikan sebuah munumen yang mengandung bukti kesejarahan dalam perkembangan kota Lubuk basung.

Untuk itulah melalui ini, mari kita bersama-sama menjaga dan terus menggali mengenai bukti sejarah ini, sehingga tersampaikan kepada generasi-generasi muda berikutnya. Harapan kami untuk pemerintah setempat agar turut serta memberikan perhatian terhadap makam tua ini yang mangandung sejarah mengenai perkembangan kota Lubuk Basung.-(*).-

0Shares