Maderizal Terima Asprasi Warga Melalui Reses Perorangan

Bukittinggi, KABA12.com — Anggota DPRD Kota Bukittinggi atas nama Maderizal, mengadakan reses perorangan di Gedung DPRD Bukittinggi, Rabu (11/12). Maderizal, menjadi wakil rakyat pertama di Bukittinggi periode 2019-2024 yang mengadakan reses perseorangan pada masa sidang I tahun 2019 ini.

Dalam paparannya, Maderizal, yang kini diamanahkan sebagai Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi, menjelaskan, reses menjadi suatu kewajiban bagi setiap anggota DPRD. Ada yang membuat reses perseorangan, ada pula yang membuat reses secara berkelompok.

“Intinya sama, bagaimana selaku wakil rakyat, menjemput aspirasi konstituennya, terkhusus di daerah pemilihan masing- masing. Apapun aspirasi yang disampaikan, tentu menjadi masukan bagi kami dan untuk permasalahan yang terkait dengan kebijakan pemerintah, akan dibahas bersama dengan badan eksekutif melalui SKPD terkait,” ungkap Maderizal.

Maderizal juga menjelaskan kepada warga, terkait tugas dan fungsi Anggota DPRD dalam menyusun penganggaran, legislasi dan pengawasan.

“Akhir November lalu, kami bersama pemko Bukittinggi telah menyetujui APBD 2020, sebesar Rp 804 milyar lebih. Dimana, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan sejumlah Rp 150 milyar lebih. Berasal dari pajak daerah sebesar Rp 50 milyar lebih, retribusi daerah, Rp 79 milyar lebih, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 6 milyar lebih, lain lain PAD yang sah Rp 14 milyar lebih,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi senior dari Partai Demokrat ini, juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bukittinggi, khususnya yang berada di kecamatan Guguak Panjang. Atas kepercayaan yang diberikan, ia dapat kembali duduk di parlemen, untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dalam reses itu, sejumlah masyarakat mewakili ratusan undangan yang hadir, menyampaikan aspirasi terkait dana bantuan sosial yang diharapkan dapat mengalir kepada warga. Selanjutnya juga ada yang meminta bantuan khusus bagi warga yang belum terdaftar BPJS karena tergolong tidak mampu serta program khusus untuk janda yang juga tergolong kurang mampu, penambahan honor bagi petugas lapangan dan peremajaan serta kelengkapan sarana prasarana posyandu.

Selain itu, juga terdapat permintaan warga Guguak Panjang yang menginginkan rehab atau renovasi kantor Lurah ATTS yang dinilai kurang representatif. Serta ada beberapa aspirasi masyarakat yang ditampung oleh Maderizal sebagai bahan untuk dibahas bersama dengan Pemko Bukittinggi.

(Ophik)

0Shares