Longsor Kembali Hantam Galapung, Pondok Warga Roboh Diterjang Galodo

Galapuang, kaba12.com — Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, kecamatan Tanjung Raya seakan tak henti didera musibah tanah longsor.

Seperti musibah longsor Jumat,(24/4) malam, musibah longsor kembali menerjang wilayah Banda Kalumpang Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, yang menyebabkan ruas jalan salingka danau Maninjau kembali terputus ditimbun material lumpur dan batu-batu besar.

Tidak ada korban dalam musibah itu, namun 1 pondok warga milik Epi,(42) roboh diterjang galodo yang terjadi, akibat curah hujan tinggi sejak Jumat sore tadi.

Musibah longsor itu dibenarkan camat Tanjung Raya Handria Asmi dan Lukman Syahputra, staf Pusdal.Opd.BPBD Agam menjawab kaba12.com, Jumat malam.

Dijelaskan, musibah longsor itu terjadi diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan zona merah yang rawan bencana longsor dan banjir bandang tersebut.

Dijelaskan, longsor yang terjadi di Banda Kalumpung, jorong Galapuang itu, berada sekitar 1 km dari lokasi bencana longsor akhir tahun lalu, yang menyebabkan dampak yang cukup serius, merusak masjid, MDA, 15 rumah warga dan menimbun ruas jalan.

Sementara musibah longsor yang terjadi Jumat mala mini, material longsor membawa material pohon dan batu-batu besar sehingga menutupi akses jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian 20-50 cm sehingga jalan tidak bisa dilewati kendaraan.

Langkah penanganan, sebut Handria Asmi, saat ini tim gabungan BPBD, Satpol PP-Damkar bersama aparat kecamatan dan nagari, sudah berada di lokasi dan bergoro bersama membersihkan material longsor itu,” untuk penanganan lebih lanjut dibutuhkan alat berat untuk membersihkan timbunan material longsor, kami masih menunggu alat berat, “sebut Camat Tanjung Raya itu lagi.

Musibah longsor yang terjadi, dipicu hujan lebat dan tersumbatnya aliran sungai Banda Kalumpuang, sehingga debit air yang besar dari atas bukit, tumpah dan memicu banjir bandang dan longsor.

HARMEN

0Shares