Kaba Pemko Bukittinggi

Lomba Marandang Dalam Rangka Hari Ibu ke 89

Bukittinggi, KABA12.com — Dalam rangka memperingati hari Ibu ke 89 dan Hari Jadi Kota ke 233, pemko Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalaian Penduduk Keluarga Berencana (DP3APPKB) mengadakan lomba marandang. Kegiatan ini dilaksanakan di aula PGSD, Selasa (28/11).

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan lombang senam gemu famire dan permainan lomba riang gembira. Seluruh kegiatan ini diikuti oleh mayoritas kaum hawa, sebagai bentuk peringatan hari ibu dan pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat.

Kadis P3APPKB, Tati Yasmarni menjelaskan, lomba memasak rendang dan lomba laiinya dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ibu ke 89. Dimana peran seorang ibu sangat penting dalam kehidupan, karena dapat meningkatkan akses ekonomi keluarga, menuju perempuan mandiri, sejahtera dan bebas dari kekerasan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap perempuan. Karena perempuan memiliki peran penting untuk bangsa dan negara. Kemerdekaan Indonesia pun tak lepas dari peran perempuan. Lomba masak rendang diangkat karena telah diakui sebagai salah satu makanan terlezat dunia. Sedangkan untuk lomba lainnya memiliki makna tersendiri bagi perempuan serta makna secara umum bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Tati menambahkan, untuk lomba membuat rendang, diikuti 30 peserta, senam gemu namire diikuti 35 kelompok dan lomba riang gembira diikuti oleh 70 orang. Perlombaan ini pun juga didukung sponsor utama, restoran kubang hayuda.

Sementara, ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias mengapresiasi antusias warga Bukittinggi khususnya para perempuan dari berbagai lembaga, untuk ikut serta dalam perlombaan ini. Makna dari perlombaan inipun menjadi sebuah penghargaan bagi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Perempuan menjadi tonggak kehidupan, saat ini cukup banyak jabatan di pemerintahan atau lembaga diisi oleh perempuan. Namun, diharapkan kodrat dan tugas wajib sebagai perempuan sebagai ibu rumah tangga dan istri, tidak ditinggalkan,” harapnya.

Lebih lanjut, Yesi berharap kedepannya rendang dari Bukittinggi atau rendang asli Kurai, dapat menjadi oleh-oleh bagi tamu resmi pemerintahan dan para pengunjung kota Bukittinggi. Peserta yang ikut lomba saat ini akan menjadi produsen dari souvenir atau buah tangan randang bagi tamu nantinya.

(Ophik)

To Top