Tiku, kaba12.com — Pleno rekapitulasi suara Pemilu Serentak 2019 di aula kantor camat Tanjung Mutiara, Senin,(22/4) pukul 14.45 WIB ini, kembali terhenti menyusul padamnya aliran listrik PLN. Pudurnya arus listriknya sudah yang ketiga kalinya sejak proses rekapitulasi suara dilaksanakan di wilayah tersebut.
Akibat padamnya aliran listrik tersebut, membuat aktivitas pleno yang digelar PPK Tanjung Mutiara kembali dihentikan, karena berkas data penghitungan sudah dalam sistim penghitungan suara yang dipampangkan di layar monitor.
Diduga, kendala padamnya arus listrik tersebut, menjadi penyebab terlambatnya proses penghitungan suara ditingkat kecamatan Tanjung Mutiara, karena sejak awal pleno rekapitulasi sudah beberapa kali listrik padam.
Hingga Senin siang ini, baru tercatat sebanyak 47 TPS yang berhasil dirampungkan dalam proses penghitungan dari total 93 TPS di kecamatan Tanjung Mutiara.
Padamnya aliran listrik itu membuat kecewa para pelaksana pemilu di wilayah tersebut, pasalnya para petugas sejak sepekan lalu sudah berkutat menyelesaikan seluruh tahapan pelaksanaan Pemilu Serentak 17 April 2019, dan masa penghitungan justru ada kendala dengan padamnya aliran listrik.
“ Komitmen PLN, mendukung kegiatan pemilu, dan menjamin tidak akan terjadi pemadaman arus listrik selama kegiatan pemilu berlangsung, itu berlangsung secara nasional, kenapa di kecamatan Tanjung Mutiara tidak seperti itu, sudah 3 kali listrik padam saat pleno penghitungan suara, “sebut Weri Ikhwan, Kasi.PMN Tanjung Mutiara yang bertugas dalam proses pleno rekapitulasi tersebut.
Wilayah Tanjung Mutiara sendiri selama ini dikenal rawan pemadaman arus listrik, pasalnya hampir setiap hari, aliran listrik di wilayah tersebut padam, dengan durasi dan waktu yang tidak berkejelasan.
HARMEN
