Lubukbasung, kaba12.com — Dibanding tahun 2017 lalu, suasana lebaran di wilayah Lubukbasung khususnya cenderung sepi dan lesu. Kondisi ini terlihat di beberapa pasar tradisional di wilayah Barat kabupaten Agam, yang hanya ramai menjelang lebaran, itupun volumenya tidak begitu besar dibanding moment serupa tahun sebelumnya.
Kondisi serupa, juga terlihat di beberapa pasar Sabtu dan Minggu, tidak ada lonjakan berarti aktivitas pasar, termasuk aktivitas perdagangan warga, tidak begitu bergairah. Bahkan, suasana di pusat keramaian pun, relative kurang jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Diduga, kondisi ini akibat masih parahnya kondisi ekonomi masyarakat, termasuk jumlah perantau tidak begitu banyak pulang kampung, sehingga lonjakan kemaraian, termasuk aktivitas perdagangan warga tidak mengalami lonjakan berarti.
Pantauan kaba12.com, suasana di Pasar Lamo, Lubukbasung Sabtu cenderung sepi dibanding waktu serupa tahun lalu. Tidak terlihat kemacetan luar biasa di pasar lamo dan kawasan terminal Antokan tersebut, termasuk aktivitas warga berdagang.
Kondisi itu dibenarkan Pelal, seorang pedagang di Pasar Lamo, Lubukbasung yang mengaku kondisi lesu kegiatan masyarakat menyemarakkan lemaran sudah terlihat sejak malam takbiran.
Bahkan Pelal, memprediksi, penurunan jumlah kepadatan aktivitas warga sampai 60 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, “ makin lesu, tidak ada lonjakan berarti dalam suasana pasar, “ sebutnya.
Kondisi itu walau sudah diprediksi, walau pemerintah sudah memberi perhatian maksimal untuk kalangan ASN dalam hal kesejahteraan, namun geliat ekonomi warga justru tidak begitu berperangaruh, apalagi mayoritas ASN Pemkab Agam, justru bermukim di luar Lubukbasung, sehingga kegiatan ekonomi tidak begitu memberi dampak, namun, perantau yang pulang kampung, memberi dorongan, walau jumlahnya tidak begitu maksimal.
(Harmen)
