Tanahdatar, KABA12.com — Hingga April 2018, tercatat 7.751 masyarakat kabupaten Tanahdatar dari berbagai tingkat pendidikan melakukan pengurusan kartu AK1 (kartu kuning) di Dinas Tenaga Kerja setempat.
Kabid Naker Khairul.A mengatakan dari angka tersebut 50% lebih diantaranya lulusan dari perguruan tinggi (strata/diploma).
“Hingga per 30 April 2018,Kita menerima sebanyak 4925 pencaker yang berasal dari lulusan S1,D3,D2 dan D1,” ungkapnya, Senin (07/05).
Menurutnya, minimnya lapangan pekerjaan di wilayah Kabupaten Tanahdatar turut menjadi penyumbang besarnya angka pengangguran didaerah yang dikenal dengan Luhak Nan Tuo. Selain itu keterbatasan skill dan juga diiringi dengan minimnya upaya menciptakan lapangan kerja sendiri juga ikut meningkatkan laju pertumbuhan pengangguran di kabupaten Tanahdatar.
“Prinsip seorang sarjana adalah manusia intelek menjadi sebuah kendala dan turut menumbuhkan rasa sungkan untuk bekerja ditempat yang sifatnya berkotor seperti bengkel ataupun tukang pangkas. Ada sebuah anekdot ditengah masyarakat yang menyebutkan untuk apa sekolah tinggi jika hanya menjadi tukang bengkel ataupun tukang pangkas. Sebahagian besar mereka mengharapkan lulus menjadi PNS, jelas ini sebuah kesalahan. Pemikiran seperti ini tidak dapat diterima, seharusnya meskipun seorang sarjana namun mereka harus membuka diri untuk melatih diri melalui ketrampilan agar jika tidak diterima di perusahaan, mereka bisa membuka lapangan kerja sendiri,” terang Khairul.
Senada yang diungkapkan oleh salah seorang tokoh muda di Tanahdatar Masriwal, menurutnya keterbatasan lapangan kerja bukanlah sebuah alasan untuk kita menjadi seorang pengangguran apalagi seorang sarjana yang jelas mempunyai pemikiran yang lebih berwawasan.
“Melalui wawasan intelek mereka seharusnya lebih bisa menciptakan lapangan kerja melalui pemikiran dan terobosan serta inovasi contoh memamfaatkan dana desa yang besar untuk melakukan pelatihan bagi generasi muda sambil menjalankan usaha ataupun membeli padi masyarakat dan memasarkan keluar daerah,” sebut Masriwal.
Menurutnya, pembangunan saat ini yang amat dibutuhkan oleh masyarakat bukanlah pembangunan infrastruktur belaka namun harus mengutamakan pembangunan SDM dan ketrampilan agar angka pengangguran dapat ditekan, “namun ini semua terpulang dari seluruh aparat dan yang terkait baik dari Pemkab. Tanahdatar hingga tingkat nagari,” ulasnya
(Jaswit)
