KPHL Agam Raya Minta Kelompok Serius Kembangkan Budidaya Lebah Galo-Galo

Lubukbasung, Kaba12 — Kepala UPTD KPHL Agam Raya, Boy Martin meminta agar kelompok perhutanan sosial dan kelompok tani hutan serius mengembang -kan budidaya lebah madu galo-galo.

“Keseriusan kelompok sangat dibutuhkan dalam pengembangan lebah madu galo-galo sehingga bisa menghasilkan madu yang banyak dan berkualitas,” kata Boy Martin saat acara penutupan sekolah lapang pengembangan budidaya lebah galo-galo di kawasan Loebas Wisata, Kampung Malayu, Nagari Lubukbasung, Kabupaten Agam, Kamis (22/6).

Ia menyebutkan, apabila kelompok perhutanan sosial maupun kelompok tani hutan serius mengembangkan budidaya lebah madu galo-galo, maka nantinya akan di support oleh pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD).

“OPD terkait pasti akan membantu kelompok-kelompok yang serius dalam pengembangannya. Jadi kami harapkan kelompok ini harus betul-betul serius supaya bisa mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Boy Martin menambahkan, sekolah lapang yang digelar KPHL Agam Raya ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan wawasan bagi para peserta yang mayoritas adalah pengurus kelompok.

“Kami berharap sekolah lapang ini bisa menambah ilmu pengurus dan anggota kelompok dalam mengembangkan budidaya lebah galo-galo. Karena dalam kegiatannya dibekali materi dan praktek lapangan dengan menghadirkan narasumber yang ahli dari berbagai pihak,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Sekolah Lapang, Yon Freddi menyebutkan, kegiatan sekolah lapang pengembangan budidaya lebah galo-galo digelar selama 2 hari, Rabu-Kamis (21-22/6) di kawasan Loebas Wisata, HKm Kampung Malayu, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung. Para peserta sekolah lapang berjumlah 50 orang yang terdiri dari perwakilan KPS, KUPS, KTH, penyuluh kehutanan, dan pendamping perhutanan sosial.

“Para peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan kelompok perhutanan sosial di Agam yang sebelumnya sudah menerima bantuan stup lebah madu galo-galo,” katanya.

Sementara pemateri dalam acara tersebut berasal dari pihak KPHL Agam Raya, Dinkes Agam, Dinas Koperasi dan UKM Agam, dosen Fakultas Peternakan Unand Padang, dan Gapoktanhut Gemma Lestari Saiyo Padang Pariaman.

Ia mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelola dan anggota kelompok perhutanan sosial dan kelompok tani hutan dalam budidaya lebah madu tanpa sengat melalui pola perbanyakan koloni dan pemanfaatan komoditi
lebah madu.

“Sekolah lapang ini lebih difokuskan kepada pecah koloni atau teknik perbanyakan koloni lebah serta pemanfaatan komoditinya,” jelasnya

(Bryan)

0Shares