Kompolnas Minta Mayarakat Awasi Penyelidikan

Jakarta, KABA12.com — Setelah sebulan lebih dirawat di rumah sakit Singapura, kasus penyidik senior KPK Novel Baswedan belum menemui titik terang. Kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut terjadi setelah Novel pulang dari Masjid di Kelapa Gading, Jakarta Utara, April lalu.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti berpendapat, kasus ini direncakan pelaku dengan sangat matantg.

Hal tersebut ditenggarai jejak yang ditinggalkan pelaku sangatlah minim.

“Komplotan pelaku pasti sudah merencanakan matang aksinya, terbukti sedikit meninggalkan jejak. Jadi, butuh waktu untuk membongkar pelaku,” kata Poengky seperti dikutip Okezone.com, Rabu (17/05).

Selain itu, Poengky juga meminta pihak keluarga, KPK, serta publik bersabar dalam penyelidikan kasus teror ini.

Namun, publik wajib mengawasi kinerja dari kepolisian terhadap kasus yang menimpa penyidik KPK tersebut.

“Kita berikan waktu kepada polisi untuk melakukan penyelidikan. Masyarakat perlu mengawasi agar penyelidikan polisi on the right track,” tutupnya.

(Dany)

0Shares