Lubukbasung, KABA12.com — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) plus Kabupaten Agam bersama P2TP2A Siti Manggopoh tandatangani komitmen bersama wujudkan Agam menuju kabupaten layak anak (KLA), usai upacara peringatan hari perpindahan ibukota Kabupaten Agam ke 25 tahun dan peringatan Perang Manggopoh ke 110 tahun di halaman kantor bupati di Lubukbasung, Kamis (19/07) pagi.
Penandatangan komitmen serta pelepasan balon ke udara oleh bupati bersama Forkopimda Plus tersebut sebagai tanda dilaunchingnya Agam sebagai Kabupaten Layak Anak.
“Saat ini kita telah membangun komitmen untuk mewujudkan kabupaten Agam layak anak. Kita berharap, kiranya ini dapat menjadi momentum bagi seluruh komponen yang ada baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah untuk terus meningkatkan upaya perlindungan dan kesejahteraan anak dengan menjamin pemenuhan hak-hak anak serta perlakuan tanpa kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi,” ungkap Bupati
Hal senada diungkapkan Ketua P2TP2A Siti Manggopoh Kabupaten Agam, Chandra Gumilarti, dikatakan tugas P2TP2A merupakan salah satu indiator dalam mewujudkan kabupaten layak anak, bagaimana kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir.
“Dengan launching KLA ini akan tercipta kabupaten yang benar-benar layak bagi anak, bagaimana anak-anak dapat merasakan kenyamanan, keamanan dari setiap sisi kehidupan, tidak ada kekerasan yang diperoleh dalam rumahtangga serta lingkungan.
Kepala Dinas Dalduk KB PPPA Agam, Retmiwati mengatakan untuk dapat mewujudkan Agam sebagai kabupaten layak anak harus mampu mensinergikan semua unsur, baik dari sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak dapat lebih dipastikan sesuai dengan konvensi jak-hak anak yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia.
“Kalau semua elemen bersinergi, kita optimistis tujuan KLA terpenuhi. Dimana tujuannya itu strategi pengarusutamaan anak dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan optimal,” jelasnya.
(Jaswit)
