Lubukbasung,kaba12 — Terobosan yang dilakukan OPD terkait Pemkab.Agam dalam program ketahanan pangan sesuai konsep Asta Cita Presiden Prabowo, bahkan menjadi program unggulan Bupati Agam H.Beni Warlis, mengundang perhatian dari banyak kalangan di berbagai propinsi di Indonesia.
Bahkan, Komisi I DPRD Muko-Muko, Propinsi Bengkulu, Jumat, (21/2) menggelar studi tiru dan membedah secara khusus program ketahanan pangan yang singkron dengan pemanfaatan dana desa, sesuai acuan hukum terbaru dari pemerintah.
Komisi I DPRD Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu yang mendatangi Kabupaten Agam dipimpin Ketua Komisi I Armansyah, didampingi para para anggota mas-masing Nugre Ramadhan ( sekretaris komisi ), Masrul, Suharman, Tabrani, Hanasrun ( anggota dan staf Komisi I Eka Marlena, yang disambut khusus Kepala DPMN Agam Handria Asmi, Sekretaris DPRD Agam Villa Erdi, Pranata Humas DPRD Sumbar Hasneril, dan para pimpinan DPMN Agam.

Dalam paparan yang berlangsung hangat di ruang kerja kepala DMPN Agam, terlihat jajaran Komisi I DPRD Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu sangat antusias mendalami berbagai hal berkaitan dengan konsep dana desan dan program ketahanan pangan yang dilakukan sinergi DPMN Agam bersama Dinas Pertanian dengan seluruh jajaran pemerintah nagari di Kabupaten Agam.
Dijelaskan Handria Asmi, kunjungan rombongan Komisi I DPRD Muko-Muko tersebut, focus pada proses penggunaan dana desa tahun 2025 dan konsep ketahanan pangan, dengan dasar regulasi Permendes No.2 dan Kemendes No.3 tentang ketahanan pangan.

Disebutkan, khusus di Kabupaten Agam sesuai dengan visi-misi Bupati Agam, dan seiring dengan ASTA CITA Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan, pihaknya berkolaborasi khusus dengan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, dengan mendorong berbagai stakeholder terkait ditingkat nagari, dalam pengembangan berbagai potensi pertanian dan pemanfaatan komoditi unggulan.
“Sinergi dan kolaborasi DPMN dan Dinas Pertanian Agam ini, menjadi daya Tarik khusus bagi rombongan Komisi I DPRD Muko-Muko, bahkan rombongan sengaja meminta dukungan untuk langsung ke lapangan mempelajari hal-hal detail menyangkut program tersebut, terutama dengan pemerintah nagari dan dinas pertanian, “ulas Handria Asmi lagi.
Bahkan Kepala DMPN Agam itu menguraikan secara detail dan menyerahkan secara tertulis konsep ketahanan pangan kolaborasi DPMN-Distan Agam yang sudah mulai diterapkan di Kabupaten Agam itu pada rombongan Komisi I DPRD Muko-Muko.

Sementara menurut Armansyah, Ketua Komisi I DPRD Muk-Muko, pihaknya sengaja berkunjung ke Kabupaten Agam untuk meminta masukan dan berbagi ilmu terkait dengan terobosan yang dilakukan dalam program ketahanan pangan yang justru sudah lebih dulu dilakukan Pemkab.Agam dengan melibatkan pemerintah nagari (desa).
Konsep pemanfaatan dana desa dan program ketahanan pangan dengan mengedepankan peran pemerintah nagari (desa), menjadi hal special yang menurut Armansyah sangat tepat dalam upaya mendorong pengembangan potensi pertanian di tingkat desa.
“Agam sudah melangkah lebih maju, kami tertarik akan hal itu, dan kami akan adopsi upaya yang sudah dilakukan, untuk didiskusikan dengan OPD terkait di Pemkab.Muko-Muko, untuk bisa melakukan langkah serupa, “ulasnya bersama beberapa anggota Komisi I DPRD Muko-Muko dalam dialog dengan jajaran DPMN dan secretariat DPRD Agam.
(HARMEN)