Kaba Terkini

Kisah Sedih Aslidar, Nenek Tua Yang Tak Tersentuh Perhatian

Lubukbasung, kaba12.com — Ternyata masih banyak warga negara ini yang luput dari perhatian pemerintah. Beragam jenis bantuan yang dikucurkan, ternyata masih banyak yang belum menikmatinya. Tentu dengan beragam dalih.

Luar biasanya, yang kerap luput dari perhatian, justru warga yang bermukim di pusat-pusat pemerintah. Kalau pun ada perhatian, hanya secuil yang tak konsisten seperti halnya warga lain yang lebih “beruntung”.

Salah satu yang luput dari perhatian pemerintah adalah Aslidar, nenek berusia 82 tahun warga Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, kecamatan Lubukbasung, yang kini hanya bisa duduk termangu merenung di hari tuanya, dengan kondisi yang memprihatinkan.

Masih beruntung Aslidar, memiliki seorang anak Deddy Syaputra, seorang guru honor di MTS Muhammadiyah Kampuang Tangah, yang kondisi ekonominya juga pas-pasan, yang menjaga sang ibu di waktu-waktu tertentu, sementara jika malam, sang ibu hanya sendiri, karena sang anak bersama keluarganya di Sungai Jariang.

Seperti disebutkan Deddy Syaputra, sejak ayahnya (suami Aslidar-red) meninggal dunia sekitar 8 tahun lalu, sang ibu harus tinggal sendiri di rumah orangtuanya itu, dan sejak 3 tahun terakhir, kondisi ibunya menurun, kakinya lemah, tidak bisa lagi berjalan sehingga hanya bisa duduk dan tidur, sehingga tidak bisa beraktivitas apa-apa.

Diceritakan, sejak ibunya tidak bisa berjalan sendiri, Dedy Syaputra membantu ibunya menyuapi sang ibu jika waktu makan datang, sorenya mengganti pempers untuk malam sampai pagi, “ begitulah kondisi beliau, “ ungkap Deddy tertunduk menahan kesedihan.

Yang membuatnya kewalahan justru biaya yang harus dikeluarkannya setiap hari, tidak hanya untuk keluarganya tapi juga untuk kebutuhan sang ibu, karena kondisi ekonominya sebagai guru honor di MTS Muhammadiyah yang hanya cukup untuk makan,sehingga dia harus mencari “cekeran “ lain, yang itupun terkadang tidak diperolehnya.

Menjawab kaba12.com, bantuan yang diterima ibunya dari pemerintah terutama dari Dinas Sosial Agam selama ini, Dedy Syahputra mengaku, ibunya hanya 1 kali menerima bantuan dari pemerintah, yakni bantuan covid-19 sebanyak Rp.600.000, “ hanya sekali pak, setelah itu terhenti, selama ini juga tidak ada, “ ungkapnya pelan.

Dedy Syaputra berharap, pemerintah memberi perhatian pada keluarganya, khususnya untuk sang ibu yang membutuhkan bantuan untuk menutupi kebutuhan hariannya, “ kami sangat berharap, ada perhatian dari pihak terkait, karena kondisi saya pun begitu, “ ungkapnya pelan.

Terkait dengan kondisi Aslidar itu, upaya konfirmasi kaba12.com dengan pihak-pihak terkait di kecamatan Lubukbasung belum mendapat respon, terutama untuk mengklarifikasi kondisi Aslidar dan upaya penanganan yang akan dilakukan.

HARMEN

To Top