Kisah Pilu Dari Malalak Selatan, Azkar Meringis Menahan Sakit

Malalak, kaba12 — Kembali kisah pilu mengiris sendi-sendi di urat nadi. Adalah Azkar Putra Pratama, bayi berusia 1 bulan 7 hari putra pertama pasangan Burhan dan Mery Maisa Putri, warga kurang mampu yang tinggal di Jorong Sini Air, Nagari Malalak Selatan, kecamatan Malalak, hanya bisa tergolek lemah tak berdaya.

Azkar hanya bisa tergolek di lantai tikar sederhana di rumah orangtuanya, ditengah kepala yang semakin membesar akibat penyakit hedrosefalus yang dideritanya sejak lahir. Upaya pengobatan yang dilakukan pihak keluarga terbentut masalah biaya yang sangat terbatas.

Bahkan, saat ini mesjidnya Azkar Putra Pratama harus mendapatkan pengobatan intensif di RSUP. M. Djamil Padang,setelah sebelumnya mendapat perawatan inensif di rumah sakit tersebut, namun sejak 1 bulan terakhir, bayi mungil itu hanya bisa pasrah, tergolek lemah di rumahnya, karena ketiadaan biaya.

Upaya membantu pengobatan Azkar Putra Pratama dilakukan secara maksimal oleh kedua orangtua bersama keluarganya, bahkan tim sosial Nagari Malalak Selatan yang dimotori ketua Karang Taruna Malalak Selatan Jafrizal, sudah berupaya mengalang donasi, termasuk memohon bantuan dari BAZNas Agam dan Pemkab.Agam, namun hingga kini belum terealisasi, sehingga sang bayi hanya bisa dirawat di rumahnya.

Menjawab kaba12, Jafrizal, ketua Karang Taruna Nagari Malalak Selatan, Azkar Putra Pratama sebelumnya sudah menjalani perawatan di rumah sakit, namun karena keterbatasan biaya, sang bayi terpaksa dibawa kembali ke rumahnya di Malalak sampai pihak keluarga mendapatkan dukungan dana.

Tersentuh dengan kondisi sang bayi, Jafrizal berinisiatif bersama pengurus Karang Taruna Nagari Malalak Selatan dan jajaran pemerintah nagari untuk mengalang donasi, bahkan informasi kondisi Azkar sendiri sudah disebarluaskan di berbagai media sosial, termasuk ke kaba12, “ mudah-mudahan ada pihak yang tergerak hatinya untuk membantu biaya pengobatan Azkar, “ungkapnya dengan nada lirih menahan haru.

Ditambahkan, pihaknya dalam 2 pekan terakhir sudah berupaya mengalang dukungan, termasuk memohon bantuan ke BAZNas Agam, namun hingga kini belum direalisasikan, “ keluarga Azkar tergolong keluarga tidak mampu, sehingga butuh dukungan dan kepedulian semua pihak dalam membantu pengobatannya,” ungkap Jafrizal lagi.

Untuk penggalangan donasi, Jafrizal bersama keluarga Azkar bersepakat menyebarluaskan penggalangan donasi, untuk mengetuk pintu hati para donatur untuk berkenan membantu sang bayi yang kini tergolek lemah tak berdaya di rumahnya yang sangat sederhana di Malalak Selatan.

-HARMEN-

0Shares