Maninjau, kaba12.com — Ketua DPRD Agam Novi Irwan mengaku prihatin dengan musibah banjir bandang yang terjadi di jorong Galapung, nagari Tanjung Sani, kecamatan Tanjung Raya, Rabu,(20/11) yang menyebabkan 5 rumah warga rusak parah, 14 rumah terdampak, masjid Istigfar dan MDA Galapung yang mengalami kerusakan serius akibat bencana tersebut.
Bencana banjir bandang yang terjadi di Galapung, Tanjung Sani akibat hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir, menjadi pusat perhatian banyak pihak, pasalnya kawasan yang saat ini terdampak bencana merupakan wilayah rawan dan dikenal sebagai zona merah bencana longsor yang sejak tahun 2009 lalu diwaspadai.
Menurut Novi Irwan, musibah yang terjadi merupakan bagian dari cobaan Tuhan yang harus disikapi dengan tabah dan sabar, serta harus dibarengi dengan ikhtiar untuk penanganan pasca bencana.
“ Kami atas nama DPRD Agam mengungkap duka mendalam, semoga musibah yang terjadi bisa segera diatasi dan ada hikmah yang dititipkan Allah untuk para warga yang terdampak, “ sebu Novi Irwan.
Musibah banjir bandang yang terjadi di Galapung, dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak dua hari terakhir, sehingga memicu longsor dan banjir besar yang berasal dari Batang Cikalo di pebukitan di atas pemukiman warga di Galapung, sehingga menyebabkan 1 mesjid, 1 MDA, 5 rumah rusak parah, 14 rumah rusak ringan, ruas jalan putus dan saluran pipa air bersih putus. Untuk mengatasi hal itu, Pemkab.Agam memberlakukan tanggal darurat selama 15 hari.
HARMEN
