Jakarta, KABA12.com — Potensi besar yang dimiliki Kabupaten Tanahdatar bidang kebudayaan dan kepariwisataan, menjadi sebagai salah satu destinasi wisata utama di Sumatera Barat.
Tercatat 150 destinasi wisata yang dimiliki Tanahdatar, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata bahari, wisata budaya, atraksi seni tradisonal dan wisata kuliner.
Upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata dibarengi pengembangan sektor ekonomi kreatif, salah satunya merangkul beberapa pihak yang berkompeten untuk peningkatan SDM pariwisata aparatur pemerintah, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat Tanahdatar.
Sebagai langkah strategis menuju ke arah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menjalin kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif RI yang diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif di Kabupaten Tanahdatar antara Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia Triawan Munaf, di Gedung BUMN Jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).
Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BEKRAF atas terwujudnya penandatangan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar.
“Ini merupakan penghargaan luar biasa bagi Tanahdatar akan mendapat bimbingan dan pembinaan dari BEKRAF, sehingga nantinya pariwisata Tanahdatar semakin maju diiringi tumbuhnya ekonomi kreatif yang akan memberi daya dorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Bupati yang didampingi Kadis Parpora Edi Susanto, Kadis Koperindag Abdul Hakim, Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Abrar Mukhlis dan Kabag Umum Nofenril.
Disampaikan bupati, Tanahdatar dengan keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki, tidak menyurutkan optimisme pemerintah daerah memajukan daerah. Tanahdatar dengan menyandang status Luhak Nan Tuo sekaligus pusat budaya Minangkabau menjadi aset yang sangat berharga, sehingga sektor pariwisata menjadi prioritas bersama pembangunan sumber daya manusia, pengembangan sektor pertanian dan perbaikan infrastruktur.
“Mudah-mudahan melalui penandatangan nota kesepahaman ini menjadi payung untuk lahirkan kerjasama di berbagai bidang untuk Tanahdatar sesuai tugas dan fungsi BEKRAF, apalagi kami sangat tersanjung dengan kehadiran langsung wakil lepala, Sestama dan seluruh deputi BEKRAF,“sebut bupati.
Senada dengan itu Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf menyambut baik kerjasama ini.
“BEKRAF bertugas menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang efisien dan kondusif, dengan begitu para pelaku bisa berkarya lebih baik sehingga ekonomi kreatif bisa memberikan kontribusi peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat,” ucap Triawan.
“Kami inginkan MoU ini tidak hanya sebatas di atas kertas tetapi menjadi kertas kerja yang bisa menjadi payung hukum untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Tanahdatar,” harap Triawan sembari menyebutkan Tanahdatar sebagai satu-satunya daerah di Sumbar yang sudah menjalin kerjasama dengan BEKRAF.
Ditambahkan, “Bersama saya turut mendampingi Wakil Kepala BEKRAF Indonesia Ricky Joseph Pesik, Plt. Sestama Selliane Halia Ishak, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo, Deputi Infrastruktur Hari Santosa Sungkari, Deputi Pemasaran Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Fasiltasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Ari Juliano Gema dan Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Endah Wahyu Sulistianti,” jelas Triawan.
“Masing-masing kedeputian memiliki tugas dan fungsi yang saling bersinggungan serta saling dukung untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif,” urainya.
Sementara Kadis Parpora Edi Susanto menyebutkan ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep dan gagasan di era ekonomi baru yang mengintesifkan informasi dan kreatiftas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari SDM sebagai faktor produksi utama.
“Dengan berkembangnya pariwisata di Tanahdatar, secara berdampingan kita bisa dorong ekonomi kreatif di bidang seni tradisional, kerajian, kuliner, film, fotografi, pertunjukan dan lainnya sehingga memberi nilai tambah ekonomi,” ucap Edi.
Dijelaskan, Tanahdatar memiliki pelaku ekonomi kreatif di bidang seni pertunjukan di antaranya grup randai, saluang dendang, salawat dulang, seni tradisi, atraksi, kerajinan songket, batik Pariangan dan kuliner.
Ruang lingkup nota kesepahaman ini sebut Edi Susanto, meliputi riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur, pemasaran, fasilitasi hak kekayaan intelektual dan regulasi, hubungan antar lembaga dan wilayah dan kegiatan yang dipandang perlu untuk pengembangan ekonomi kreatif.
“Nota kesepahaman ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerjasama yang disepakati kedua pihak sehingga ekonomi kreatif semakin berkembang di Tanahdatar,” tutur Edi.
Ditambahkan tahun 2019 nanti, BEKRAF akan menfasilitasi pemberian 100 buah hak kekayaan intelektual (HKI) untuk Tanahdatar.
“HKI ini penting karena di antara tujuannya memberikan perlindungan secara hukum sehingga karya cipta milik masyarakat tidak dijiplak atau diakui pihak lain,” ulas Edi.
(Jaswit)
