Keluarga Bantah Isu Penahanan Mayat Ramli di RSUD Lubukbasung Saharuddin : Kami Justru Berterimakasih

Lubukbasung,kaba12 — Keluarga (alm) Ramli, warga Lubuk Mangindo, Jorong III Sangkia, Nagari Lubukbasung bantah isu, adanya penahanan mayat Ramli di RSUD Lubukbasung, seperti yang mengemuka di lini masa beberapa waktu belakangan.

Bahkan, keluarga Ramli mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya informasi di media sosial yang mengapungkan masalah keterlambatan keluarnya jenazah almarhum dari rumah sakit, yang justru dipersoalan oleh pihak-pihak yang sama sekali tidak memahami kondisi yang sesungguhnya yang terjadi.

Malah, keluarga justru merasa sangat terbantu dan berterimakasih dengan dukungan, perhatian dan solusi yang diberikan pihak RSUD Lubukbasung terkait dengan proses penanganan medis termasuk biaya yang dibutuhkan, karena yang menjadi persoalan utama bagi keluarga adalah masalah biaya pengobatan dan perawatan selama penanganan almarhum Ramil.

Ramli sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri tergeletak di tepi jalan di wilayah Cumateh, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, pekan lalu. Bahkan, saat ditemukan, almarhum tidak mengenakan pakaian satu helai benang pun.

Korban dilarikan ke IGD RSUD Lubukbasung untuk mendapat perawatan intensif, bahkan dengan penanganan khusus di ICU rumah sakit tersebut,namun akhirnya nyawa Ramili tidak terselamatkan dan meninggal dunia Jumat, (20/6) lalu.
“Kami sama sekali tidak mengetahui adanya pemberitaan atau informasi di media sosial terkait dengan kondisi anak kami. Kami hanya fokus pada penyelenggaraan jenazah dan masalah pembiayaan yang harus kami selesaikan, “ungkap Saharuddin, ayah almarhum Ramli, saat pertemuan khusus dengan majamenen RSUD Lubukbasung di ruang kerja Walinagari Lubukbasung, Kamis, (26/6).

Klarifikasi terhadap masalah yang mencuat di media sosial tersebut, menyusul banyaknya pihak yang menyudutkan proses pelayanan yang diberikan RSUD Lubukbasung terhadap pasien, khususnya terhadap almarhum Ramli, yang faktanya justru berbeda dari apa yang dilansir salah satu akun media sosial yang ramai direspon masyarakat.

Pertemuan yang diinisiasi Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra bersama Walinagari Lubukbasung Dharma Ira Putra yang dihadiri Bhabinkamtibmas Nagari Lubukbasung Jemmy Edward, Walijorong Sangkia Afrida, anggota Bamus Ekawati menghadirkan tim RSUD Lubukbasung dipimpin direkturnya dr.M.RIko Krisman,S,An dan dr.Sahroni, sementara dari pihak keluarga alhmarhum Ramli dihadiri ayahnya Saharuddin, Lidya Sisnarti (kakak) dan Antoni Steven (keluarga), yang berlangsung akrab penuh kekeluargaan.

Dalam pertemuan yang dipandu langsung camat Lubukbasung Ricky Eka Putra itu, diurai kronologis kejadian sejak awal Ramli dilarikan ke IGD dan mendapat perawatan di ICU, termasuk upaya pihak rumah sakit untuk mencarikan solusi terkait persoalan biaya yang berpotensi keluarga, karena BPJS yang bersangkutan sulit diproses.

Terkait masalah pembiayaan pasca meninggalnya Ramli, dijelaskan dr.M.Riko Krisman,S,An- pihaknya sudah berupaya mencari solusi, bahkan dr.Sahroni sudah menghubungi berbagai pihak termasuk BAZNas Agam untuk membantu, “untuk pembiayaan, sebetulnya tidak ada persoalan, karena kamipun sudah mencarikan solusinya, baik secara internal di rumah sakit, maupun dengan meminta dukungan pada pihak lain, baik ke Dinas Sosial Agam maupun ke BAZNas Agam, “jelas Direktur RSUD Lubukbasung itu.

Yang membuatnya tersentak,justru disaat pihaknya tengah berupaya mencari solusi terkait penanganan biaya yang mesti dikeluarkan untuk penanganan dan pengobatan almarhum Ramli, di media sosial milik salah satu akun, justru mencuat hal-hal yang justru tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

” Itu yang kami sayangkan,karena tidak ada konfirmasi, tidak ada upaya klarifikasi, akun di media sosial itu justru sudah menvonis dan menyudutkan kami di RSUD Lubukbasung .Intinya, kami memohon , ada klarifikasi dan penjelasan yang didukung oleh pihak keluarga almarhum untuk membantu menjelaskan pada public tentang kondisi dan kejadian yang sesungguhnya karena kami terlanjur dipojokkan dalam masalah itu, “ungkapnya prihatin.

Menanggapi hal itu, pihak keluarga almarhum Ramli baik disampaikan Saharuddin, maupun Antoni Steven dan Lidya Sisnarti, justru mengaku tidak mengetahui masalah yang mencuat di media sosial tersebut. Bahkan, pihak keluarga sudah mendapat informasi dari pihak lain, “sejak awal kami justru sudah berpesan pada keluarga, untuk tidak ada fostingan di media sosial terkait dengan musibah yang dialami ini, “ungkap Antoni Steven.

Hal senada disebutkan Lidya Sisnarti dan Saharuddin yang mengaku tidak tahu dan tidak mengenai pihak yang memfosting di media sosial tersebut bahkan yang bersangkutan juga tidak menyampaikan apalagi meminta izin pada pihak keluarga terkait postingan yang saat ini ramai diperbincangan di jagat maya itu.

Dalam pertemuan tersebut, akhirnya disepakati beberapa poin, selain mufakat untuk saling memaafkan, juga pihak keluarga melalu Antoni Steven akan mendatangi pemilik akun di media sosial yang mengapungkan masalah tersebut, untuk mengklarifikasi dan untuk men-takedown postingan tersebut dan persoalan yang mencuat bisa dipahami sebagai sebuah miskomunikasi.

“ Kami berharap, masalah yang muncul bisa diklarifikasi dan kami berharap, seluruh pihak dan masyarakat bisa memberi dukungan pada RSUD LUbukbasung, terkait pelayanan dan dukungan yang diberikan RSUD Lubukbasung selama ini untuk masyarakat. Ini rumah sakit kita bersama, bersama kita saling jaga dan saling mengingatkan, “ulas Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra yang diamini Walinagari Lubukbasung Dharma Ira Putra.

Dilain pihak, dr.M.Riko Krisman dan dr.Sahroni, justru berharap, seluruh komponen masyarakat untuk tetap memberi dukungan pada upaya pihaknya dalam memberikan pelayanan terbaik bidang kesehatan pada masyarakat, “kami sangat terbuka dan siap melayani masyarakat,termasuk mencari solusi terhadap hal-hal yang terjadi, seperti yang dialami keluarga kita ini. Kami siap dikritik, kami siap diberi masukan, namun sampaikan langsung, sehingga kami bisa mencari solusi termasuk mengambil tindakan cepat, “tegas Direktur RSUD Lubukbasung itu lagi.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, juga disepakati berbagai hal yang dituangkan dalam kesepakatan bersama yang dimediasi Bhabinkamtibmas Nagari Lubukbasung Jemmy Edward.

(HARMEN)

0Shares