Kelompok Tani Empat Serumpun Olah Sampah Tanaman

Lubukbasung, KABA12.com — Kelompok Tani Empat Serumpun di Relokasi Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, mengolah sampah tanaman berupa daun kulit manis, cengkih dan serai wangi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

Ketua Kelompok Tani Empat Serumpun, Shelfi Hendri, Sabtu (27/06), mengatakan daun kulit manis, cengkih, serai wangi disuling menjadi minyak dan ekstrak.

“Daun itu kita beli dari petani di sekitar Relokasi Dama Gadang dengan harga Rp1.000 per kilogram untuk daun serai wangi, daun cengkih dan kulit manis dibeli dengan harga Rp10 ribu per goni,” jelasnya

Disebutkan, minyak serai wangi itu diolah menjadi sabun cuci, minyak gosok, pembersih lantai, disinfektan dan lainnya. Untuk minyak cengkih diolah menjadi minyak gosok. Minyak dan ekstrak daun kulit manis sebagai bahan campuran minuman.

“Kita memproduksi minyak dan ekstrak itu sesuai dengan permintaan konsumen. Pengolahan itu melibatkan empat orang kelompok tani,” katanya.

Ditambahkan, minyak serai wangi itu dijual Rp200 ribu per liter dan apabila diolah menjadi sabun cuci, minyak gosok dan lainnya bisa terjual dengan harga Rp600 ribu. Sedangkan minyak cengkih dan kulit manis dijual Rp10 ribu per botol ukuran 100 mil meter.

Ia menceritakan, ide mengolah sampah menjadi minyak, sabun dan lainnya berawal dari saat ia baru pindah dari Sigiran, Nagari Tanjungsani, Kecamatan Tanjungraya setelah daerah itu ditetapkan sebagai zona merah bencana alam tanah longsor.

Saat menempati rumah bantuan dari Pemkab Agam itu, tidak ada usaha dalam meningkatkan ekonomi. Oleh sebab itu, pihaknya mencoba menanam daun serai wangi di sekitar rumah dengan bibit berasal dari Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balitan) Kabupaten Solok.

“Saya mencoba untuk menyuling daun serai wangi dan berhasil. Untuk daun cengkih dan kulit manis sering dibuang petani dan saya coba mengolahnya,” ujarnya.

(Virgo/*)

0Shares