DPRD Agam

Kasus Stunting Tinggi, Komisi IV DPRD Agam Berkunjung ke Banuhampu

Banuhampu, kaba12.com — Himpun berbagai informasi terkait masalah stunting di kabupaten Agam, Komisi IV DPRD Agam berkunjung ke kecamatan Banuhampu, untuk menggali lebih jauh berbagai hal terkait dengan potensi masalah tumbuh kembang anak tersebut, khususnya di wilayah kecamatan tersebut.

Rombongan Komisi IV DPRD Agam dipimpin Guswardi, ketua Komisi IV didampingi Nesi Harmita, Suhermi, Mardisal Athan, Bulqaini, Edwar Dt.Manjuang Basa, Adrius, Salman Linover dan Mardanis, diterima Camat Banuhampu Susi Kamila, bersama unsur Forkopimca, seluruh walinagari, PKH, TP.PKK Nagari, kader Posyandu, penyuluh KB dan KUA se kecamatan Banuhampu di aula kantor camat Banuhampu, Rabu,(21/9).

Menurut Guswardi, ketua Komisi IV DPRD Agam,kedatangan Komisi IV DPRD Agam tersebut, untuk mengetahui akurasi data tentang permasalahan stunting dan langkah penanganan yang dilakukan unsur terkait, “ kami juga ingin mengetahui lebih detail, kendala dan factor apa saja yang menjadi kendala di lapangan oleh para kader dalam menjalankan tugas di lapangan, “ sebut Guswardi.

Menanggapi hal itu, Camat Banuhampu Susi Kamila menjelaskan masalah stunting yang saat ini menjadi fokus perhatian seluruh pihak saat ini.

Susi Kamil menjelaskan penyebab utama tingginya masalah stunting di Kecamatan Banuhampu akibat keengganan ibu-ibu membawa anak-anaknya ke posyandu dengan berbagai dalih dan alasan.

Ditambahkan, pola pikir para orangtua yang sibuk dan beranggapan anaknya yang sudah berumur 9 bulan lebih dan sudah lengkap imunisasi tidak perlu lagi datang ke Posyandu untuk menimbang dan mengukur tinggi badan anak setiap bulannya. “ Selain itu,adanya para orang tua yang beranggapan imunisasi itu tidak halal, “ jelas Camat Banuhampu itu dalam relis yang diperoleh kaba12.com dari Hasneril, Pranata Humas Sekretariat DPRD Agam.

Hal serupa dijelaskan petugas Puskesmas Banuhampu yang menyebut, tingginya masalah stunting di kecamatan Banuhampu, karena kurang tertatiknya ibu-ibu untuk memeriksa anaknya ke posyandu.

Selain itu, tempat dan lokasi Posyandu yang tidak tidak permanen dan berpindah-pindah, jadi salah satu kendala di lapangan, termasuk alat timbangan dan alat pengukuran yang kurang akurat. Juga, lokasi wilayah Banuhampu yang dekat dengan kota Bukittingi, membuat banyak para orang tua yang membawa anaknya imunisasi dan memeriksa ibu hamil ke dokter spesialis di Bukittinggi.

Dari penyuluh KB, disebutkan masalah stunting tersebut dilihat dari beberapa intervensi yaitu, sanitasi, pendidikan orang tua, umur orang tua menikah, dari situ dapat kita lihat penyebab stunting disebab dari hal-hal penunjang tersebut.

Sementara saran dari Penyuluh Pertanian untuk pencegahan stunting ini, agar pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan bibit untu ibu balita untuk ditanami untuk mencukupi kebutuhan gizi balita, termasuk dilakikan sosialisasi optimal melalui berbagai media untuk pencegahan stunting.

Terkait berbagai masukan dari seluruh unsur itu, menurut Bulqaini anggota Komisi IV DPRD Agam dari dari faksi PBB, menyebutkan berbagai persoalan dan masukan yang dihimpun Komisi IV DPRD Agam itu akan mennadi bahan kajian dengan OPD terkait di Pemkab.Agam tersebut, khususnya dalam upaya mencapai solusi mengatasi masalah darurat stunting di kecamatan Banuhampu.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top