Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam H.Beni Warlis, instruksikan Inspektur Pemkab.Agam untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap seluruh personil yang terkait dalam proses penanganan kebakaran yang batal melaksanakan tugasnya di Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis, (2/4/2026) kemarin.
Pemeriksaan khusus itu, tidak hanya melibatkan personil lapangan, tapi bertingkat sampai ke tingkat komandan regu, kepala seksi, kepala bidang, sekretaris dan kepala dinas Satpol.PP-Damkar Agam, untuk menelisik factor penyebab tidak sampainya armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Seluruh unsur yang terkait dalam proses penanganan kebakaran yang memicu kegaduhan public, bahkan membuat masyarakat kecewa akan pelayanan yang mestinya diberikan itu, bisa mengungkap fakta-fakta dan memberikan penjelasan lengkap.

Jika ditemukan adanya kesalahan prosedur, atau hal-hal lain yang menyebabkan masalah tersebut muncul, selain akan dilakukan evaluasi khusus, juga para aparatur yang terkait, jika bersalah akan diberi sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati Agam H.Beni Warlis, usai mendatangi markas Satpol.PP-Damkar Agam menindaklanjuti reaksi warga akibat tidak sampainya tim Damkar Agam untuk memadamkan api di lokasi kebakaran di Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang VI Koto,Jumat, (3/4/2026).
Seperti dijelaskan M.Arnis, Kabag.Protokol-Komunikasi Pimpinan Sekab.Agam yang mendampingi Bupati Agam, menjawab kaba12, Jumat, dalam masalah tersebut, bupati Agam bertegas-tegas, selain mencarikan solusi yang melatari kejadian itu, aparatur terkait juga harus menjalani pemeriksaan sebagai bentuk pertanggungjawaban pada pimpinan daerah dan masyarakat.

Disebutkan M.Arnis,sikap bupati Agam jelas dan tegas, selain mencarikan solusi dengan penyediaan armada baru, perbaikan posko Damkar Agam, juga melakukan kajian terkait dengan ketersediaan BBM dan hal-hal lain berkaitan dengan operasional, seluruh unsur terkait juga akan diperiksa.
“Bupati langsung menginstruksikan Inspektur Pemkab.Agam untuk melakukan pemeriksaan secara berjenjang. Jika personil yang salah dan lalai, disangsi, Danru ,kepala seksi, kepala bidang, sekretaris termasuk kepala dinas,jika ditemukan ada unsur kelalaian dan kesalahan, akan diberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian pernyataan tegas beliau, “jelas M.Arnis lagi.
Dalam kunjungan mendadak ke markas Satpol.PP-Damkar Agam,Jumat siang tersebut, Bupati Agam diinformasikan, justru tidak “ngamuk-ngamuk”, namun dengan jiwa kebapakannya, justru memberi support dan arpesiasi atas tugas dan tanggunjawab kemanusiaan yang sudah diemban para personil, dan siap mencari solusi, termasuk masalah armada dan BBM.
Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, Sekab.Agam dan unsur TAPD, langsung menggelar pertemuan Jumat sore untuk mencarikan solusi terkait beberapa poin masalah yang diduga menjadi penyebab, tidak sampainya armada Damkar ke lokasi kebakaran di Koto Gadang tersebut.
Seperti diberitakan kaba12 Kamis kemarin, kebakaran dahsyat yang menghanguskan 1 rumah permanen berikut isinya , 1 mobil minibus, 1 sepeda motor, bahkan menyebabkan 1 korban luka bakar yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kasus yang memicu kegaduhan di ranah public itu, diduga terjadi akibat semakin ketatnya aturan administrasi pengelolaan operasi, terutama penyediaan BBM, soal dampak tidak berlakunya SPPD operasional pemadaman ke lapangan, aturan jam 8 operasi pemadaman sejak respon time di lapangan, termasuk uang piket yang hanya Rp.50.000 sehari, dan lemahnya perhatian serta kepedulian pimpinan ditingkat internal. “Kami berharap, hal itu bisa terbongkar, kalau memang ada pemeriksaan khusus, “ungkap sumber kaba12.
Menanggapi hal kunjungan mendadak Bupati Agam itu, Kepala Satpol.PP-Damkar Agam Fauzi, SSTTP, Msi, membenarkan ada beberapa solusi yang sudah disampaikan Bupati Agam, bahkan pihaknya sudah melaporkan kondisi riil yang terjadi, dan menyatakan siap mempertanggungjawabkannya dalam proses pemeriksaan.
“Kami mohon maaf dengan kegaduhan yang terjadi. Hal ini, kami yakinkan takkan terulang, ini pengalaman pahit bagi kami, “ungkap Fauzi.
(HARMEN)
