Lubukbasung, kaba12.com — Kembali meruyaknya kasus pencurian sepeda motor di wilayah kabupaten Agan, khususnya di pusat pemerintah Pemkab.Agam di Lubukbasung, setelah sebelumnya hilang, pasca para pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, membuat berbagai pihak kembali waspada.
Bahkan, jajaran terkait Pemkab.Agam, pasca kasus curanmor di 2 lokasi kantor pemerintah Selasa, (1/11) siang, langsung melakukan koordinasi untuk memperketat pengawasan dan pengamanan terhadap berbagai sarana di seluruh sarana pemerintah.
Fokus pembahasan dilakukan terutama di beberapa OPD yang menjadi objek sentral pelayanan masyarakat dengan tingkat aktivitas yang cukup tinggi, diantaranya RSUD Lubukbasung, Bappeda-Inspektorat-DPRD Agam, kantor Bupati Agam, Dinkes Agam, Disdukcapil, DPUTR, dan perkantoran di kawasan GOR Rang Agam serta berbagai fasilitas lain.
Diharapkan, optimalisasi satuan pengamanan (satpam) dan tim pengamanan dalam bisa lebih dimaksimalkan dalam mengantisipasi berbagai potensi kasus kriminal, termasuk aksi-aksi curanmor yang semakin berani, termasuk pengaturan parkir yang lebih terarah dan professional.
Himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan pada seluruh OPD Pemkab.Agam itu, ditegaskan Rahman,S,Ip, Asisten I Sekab.Agam yang mengaku prihatin akan kasus curanmor yang terjadi Selasa,(1/11) siang di dua lokasi tersebut.
Ditegaskan, pihaknya sudah meminta seluruh jajaran Pemkab.Agam untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul kian tingginya tindak kriminal yang berpotensi merugikan masyarakat, tidak hanya di kawasan perkantoran Pemkab.Agam, termasuk kecamatan dan nagari, tapi juga kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan di kediaman dan lingkungan masing-masing.
Rahman berharap, kasus curanmor yang terjadi di kompleks Disdukcapil Agam dan Inspektorat-Bappeda Agam itu segera terungkap oleh pihak kepolisian dan pelakunya bisa segera diringkus, sementara seluruh unsur satuan pengamanan bisa lebih ekstra waspada dan siaga.
“ Kita prihatin akan kejadian itu dan berharap, kejadian pahit ini tidak terulang. Tingkatkan pengawasan, pengamanan dan kewaspadaan di seluruh sarana perkantoran, “ ulas Rahman menghimbau.
Hal senada disebutkan Dandi Pribadi, Kadinas Satpol.PP –Damkar Agam, berharap berkaca pada musibah yang terjadi, seluruh pimpinan OPD Pemkab.Agam bisa mendorong satuan pengaman kantor untuk lebih jeli dan waspada mengantisipasi berbagai potensi yang merugikan.
Khusus Satpol.PP Agam, sesuai ketentuan yang ada, para personil difokuskan untuk memantau dan mengawasi asset bersama pimpinan daerah di kediaman resmi pimpinan daerah, kantor bupati, kantor DPRD Agam, dan sarana lain, “ mengawasi dan memantau kendaraan dan sarana di perkantoran lainnya, satpam dan personil pengamanan dalam, diharapkan bisa maksimal, “ harap Dandi Pribadi.

Kasus curanmor yang membuat geger jajaran Pemkab.Agam Selasa siang tersebut, pasalnya, aksi pelaku yang diduga mempunyai komplotan khusus itu bergerak sangat cepat dan professional, dibuktikan dari 2 rekaman CCTV yang beredar luas di lini massa saat ini.
Sejauh ini, belum diperoleh konfirmasi perkembangan penyelidikan kasus tersebut, termasuk gambaran terkait komplotan curanmor yang kembali menjarah wilayah kabupaten Agam itu.
HARMEN
