Bukittinggi, KABA12.com — Instruksi menutup kantor GoJek yang dikeluarkan Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, menuai pro dan kontra dari kalangan netizen di media sosial.
Warga Bukittinggi yang terhimpun dalam group “Kaba Bukittinggi” hingga kini masih heboh pasca mengetahui putusan walikota tersebut.
Seperti komentar yang di posting akun milik @Abdul Aziz Fauzi yang menyebut putusan walikota kurang melakukan pertimbangan.
“Pemikiran yang egois seharusnya walikota mempertimbangkan apa maunya masyarakat Bukittinggi dari demo pertama, masih aja masyarakat meminta orderan pada GoJek. Artinya GoJek masih dibutuhkan masyarakat Bukittinggi”.
Pernyataan senada juga ditulis akun @Netfi Putri Rahayu, yang mengatakan, “enak naik GoJek lagi, … tinggal nunggu ajhaa sambil tunggu jemputan,”. Begitupun komentar yang diunggah akun @Ilham, “B a pemerintah Bukittinggi, digaregak samo urang oto alah lari, haha… Biarkan sajo GoJek ado di Bukittinggi, klo malam angkot ndak ado, orang bisa pakai GoJek,”.
Selain komentar kontra, ada juga netizen yang menyatakan dukungannya dengan bijak terhadap keputusan pemerintah menutup kantor GoJek. Salah satunya akun @Rahmi Sri Wahyuni yang menulis, “Sabananyo ndak bisa awak manyalahan Bapak Walikota se do, soalnyo kantor GoJek ditutup mempunyai alasan karena tidak mempunyai izin. Dan sebenarnya GoJek juga sangat banyak yang membutuhkan, begitu juga dengan angkot, bendi dan lainnya. Dan tidak pula kita harus menyalahkan sopir angkot, hanya saja kita harus membenahi sipembawa angkot, jangan lagi ada anak kecil yang membawa angkot tanpa SIM. Semua transportasi dibutuhkan dan saya rasa tidak harus ada persaingan antara angkot, gojek dan lainnya. Semoga saja Bapak Walikota kita bisa menemukan bagaimana baiknya untuk transportasi GoJek, jangan sampai transportasi lainnya mogok nambang lagi, solanya banyak yang membutuhkan angkot. Ini hanya inspirasi saya, maaf kalau kata2 ada yang salah,”.
Penutupan kantor operasional GoJek di Jalan Bypass Pulai Anak Air, Bukittinggi, seiring dengan tuntutan pemilik dan pengelola angkutan kota Bukittinggi yang melakukan aksi mogok massal dan demo ke kantor Balaikota Bukittinggi, Senin (11/09).
Menanggapi hal tersebut, Walikota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias dengan tegas menjelaskan bahwa pemko telah menunda izin GoJek yang diajukan bulan Juli lalu, dan menginstruksikan untuk menutup kantor GoJek.
(Jaswit)
