Tanjung Sani, kaba12 –— Dampak hantaman longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Nagari Tanjung Sani dan Koto Malintang, kecamatan Tanjung Raya, Jumat, (14/7) dini hari menyisakan duka mendalam bagi warga.
Pasalnya, dampak longsor dan banjir bandang, setidaknya menyebakan 17 titik longsor yang menyebabkan akses jalan tertutup, termasuk merusak banyak rumah warga.
Dampak terparah longsor dan banjir bandang di wilayah Tanjung Raya terjadi di Jorong Pantas Nagari Tanjung Sani, selain menyebabkan 2 warga meninggal dunia, juga menyebabkan 12 bangunan, baik rumah, kantor walinagari dan SMPN 4 Tanjung Sani ikut dihantam longsor.

Informasi yang diperoleh kaba12 dari Roza Syefridienti Camat Tanjung Raya yang bisa menjangkau lokasi Jorong Pantas menggunakan speedboat karena hanya bisa melewati danau Maninjau karena akses jalan terputus akibat longsor, menyebutkan 2 korban meninggal yang ditimpa bangunan rumah sudah berhasil dievakuasi.

Dua korban meninggal pasangan suami istri bernama Arina Sofia dan
Hariadi St.Pamenan, yang diduga terjepit material banjir bandang yang menghantam kediamannya.

” Kita sudah bisa menjangkau Jorong Pantas melalui jalur laut, tim lain saat ini menyisir lokasi longsor untuk membuka akses jalan, ” sebut Roza Syefridienti.
Informasi yang diperoleh kaba12, bencana longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Nagari Tanjung Raya saat ini, lebih parah dari musibah serupa tahun-tahun sebelumnya.
-HARMEN-
