Pariwara Pemko Bukittinggi

Jelang Ramadhan, Wako – BPRS Jam Gadang Luncurkan Tabungan Utsman, Pertama di Indonesia, Tanpa Biaya Tanpa Agunan

Bukittinggi, KABA12.com — Wali Kota Bukittinggi secara resmi luncurkan Tabungan Utsman, tanpa biaya tanpa agunan. Launching program dari kerjasama Pemko Bukittinggi dengan Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah Jam Gadang itu, dilaksanakan di pelataran parkir bendi Pasar Bawah Bukittinggi, Rabu (23/03).

Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Wahyu Bestari, menjelaskan, peluncuran Tabungan Utsman ini, bertujuan untuk terlaksananya program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Selain itu, program ini juga menjalankan program ekonomi syariah, sesuai dengan prinsip Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah.

“Penerima manfaat merupakan pelaku usaha mikro kecil menengah serta masyarakat Bukittinggi. Segala biaya yang timbul dengan program ini didanai oleh l APBD Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Ketua MUI Bukittinggi, Aidil Alfin, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah menyusun program Tabungan Utsman ini. Program ini selain dapat memulihkan ekonomi masyarakat, juga membebaskan warga Bukittinggi dari riba dan jeratan rentenir.

“Alhamdulillah Pemerintah Kota Bukittinggi sudah memikirkan dan menjalankan ekonomu syariah. Kita sangat bersyukur dengan gebrakan pemko ini, bagaimana mengajak masyarakat masuk ke jalur yang lurus sesuai ajar Nabi mengembangkan ekonomi syariah,” ujar Buya.

Ketua MUI, yang juga mewakili Dewan Pengawas Syariah BPRS Jam Gadang, mengakui, ada beberapa oknum yang coba menggagalkan dan mempertanyakan program ini.

“Sebelum diluncurkan memang ada suara sumbang. Tapi secara diplomatis, kami menjawab, tidak mungkin dewan pengawas dan MUI akan melegalkan hal hal yang haram. Artinya, prgram tabungan Utsman sudah sesuai dengan prinsip ekonomi syariah. Dimana akad yang dibangun nanti berpandu pada akad syariah dan tentunya akan menjauhkan masyarakat dari riba,” ungkapnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, Tabungan Utsman merupakan program kolaborasi antara Pemko dengan BPRS Jam Gadang. Sejak Juli 2021, BPR sudah dikonversi secara keseluruhan kepada BPR Syariah Jam Gadang. Untuk membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi, disusunlah program Tabungan Utsman ini.

“Tabungan Utsman dibuat dengan dasar tingginya tingkat kebutuhan UMKM terhadap modal. Banyak rentenir yang memanfaatkan kebutuhan pelaku usaha itu, namun ada riba didalamnya. Untuk itu, kami mengajukan anggaran ke DPRD Bukittinggi, agar Tabungan Utsman dapat direalisasikan,” jelas Erman Safar.

Wako menjelaskan, Tabungan Utsman ini sistemnya masyarakat menabung dan bisa menerima pinjaman dimuka, dengan akad pinjaman syariah. Tidak ada riba didalamnya, karena nasabah akan menabung cicilan pokoknya saja setiap harinya.

“Seluruh biaya ditanggung pemko melalui APBD Bukittinggi. Jika peminjaman tentunya ada marginnya. Tapi margin tersebut akan dibayarkan pemerintah. Intijya, semua biaya yang ditimbulkan akan ditanggung Pemko Bukittinggi. Jika ada kelebihan pembayaran, tidak akan dimanfaatkan BPRS, tapi langsung masuk tabungan nasabah secara otomatis. Dengan adanya Tabungan Utsman, berhentilah meminjam ke rentenir,” ungkap Wako.

Kedepan, Wako meminta BPR Syariah Jam Gadang tidak hanya bisa meminjam uang. Tapi bisa juga menabung, membayar listrik, air dan layanan lainnya. “Mari kita besarkan BPR Syariah Jam Gadang ini, karena labanya masuk ke kas pemerintah dan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas umum di Kota Bukittinggi,” pesannya.

Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, menyampaikan, DPRD Bukittinggi secara kelembagaan mendukung sepenuhnya program Tabungan Utsman ini. “Semua biaya yang timbul akibat prosesnya termasuk marginnya ditanggung pemerintah melalui APBD Bukittinggi. Alhamdulillah ini sudah ketok palu dan semua fraksi di DPRD menyetujui,” ungkap politisi Partai Gerindra.

Sementara itu, Direktur BPR Syariah Jam Gadang, Feri Irawan, menambahkan, secara teknis, Tabungan Utsman merupakan media bagi nasbah untuk mencicil pinjaman. Nasabah dapat menikmati layanan Tabungan Utsman dalam tiga jenis. Pertama untuk pinjaman Rp 10 juta, masyarakat membayar cicilan Rp 40.000 per hari selama satu tahun.

“Kedua, pinjaman Rp 5 juta, masyarakat membayar cicilan Rp 20.000 per hari selama setahun. Ketiga, pinjaman Rp 2,5 juta, masyarakat membayar cicilan atau menabung Rp 10.000 per hari selama se tahun. Satu tahu yang dimaksud itu bukan 365 hari, tapi hari kerja saja. Kita perkirakan nasabah kita nanti akan membayar cicilan itu selama sekitar 240 hari,” jelasnya.

Feri menambahkan, hingga saat ini sudah mendaftar sekitar 1100 calon nasabah. Namun daru hasil informasi debitur, sebanyak 700an nasabah yang bisa mendapatkan layanan Tabungan Utsman ini.

Perwakilan nasabah Tabungan Utsman Fatma Joenita, mengucapkan terima kasih atas program Tabungan Utsman ini. “Sehingga kami bisa berusaha dengan bantuan modal dengan sistem syariah. Kami sangat terbantu dan terhindar dari rentenir. Semoga berkah. Terima kasih Bapak Wali Kota, terima kasih BPR Syariah Jam Gadang,” ujarnya.

Launching program Tabungan Utsman ini, dihadiri Ketua DPRD, Sekda, Kepala SKPD, Camat, Lurah se Kota Bukittinggi, Niniak Mamak, Bundo Kanduang serta nasabah BPRS Jam Gadang.

(Ophik)

To Top