Padang, kaba12 — Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi bakal menerapkan sistem pendakian booking online kepada wisatawan pendaki. Sistem elektronik itu merupakan inovasi BKSDA Sumbar, yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan.
Sistem pendakian booking online itu diresmikan Wakil Gubernur Sumbar Dr.Audy Joinaldy sekaligus reaktivasi TWA Gunung Marapi, di Convention Hall Padang, Senin (24/7).
Mengutip amcnews.com, Wagub Sumbar itu, mengapresiasi BKSDA Sumbar yang terus berinovasi sesuai perkembangan zaman saat ini yang diharapkan sistem itu bisa diterapkan dengan maksimal, “dengan sistem ini kita bisa mengetahui data pendaki, serta mengatasi pendaki illegal, apalagi TWA Gunung Marapi kembali dibuka,” ujarnya.
Audy Joinaldy meyakini, TWA Gunung Marapi semakin banyak pengunjung dengan menerapkan sistem ini, sehingga dipastikan bakal banyak pula masyarakat mendirikan warung-warung, “tentu ini dampaknya kepada pergerakan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Sementara Nandang Priadi Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Kementrian KLH RI yang mengikuti kegiatan itu secara virtual menyatakan, sistem pendakian booking online yang diterapkan Sumbar pertama di Indonesia.
” Sumbar menjadi pilot project dalam penerapan sistem ini, sehingga nanti dipastikan akan ada kunjungan dari daerah lain,” katanya.
Dilain pihak, Bupati Agam Dr.Andri Warman, menyambut baik inovasi BKSDA Sumbar dengan menerapkan sistem pendakian booking online bagi pendaki dan mendukung BKSDA Sumbar yang kembali mereaktivasi TWA Gunung Marapi setelah ditutup beberapa bulan lalu akibat erupsi.
“Jika TWA Gunung Marapi direaktivasi, kita yakin akan banyak wisatawan kembali melakukan pendakian,” katanya.
Sedang dalam penjelasannya Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono menyebutkan, tahun 2022 TWA Gunung Marapi jalur pendakian proklamator sudah diresmikan. “Januari lalu, gunung Marapi erupsi, sehingga dilakukan penutupan. Kini TWA Gunung Marapi kembali direaktivasi, sekaligus melaunching sistem pendakian booking online,” ujarnya.
Ditambahkan, sistem ini menggunakan booking online di tiga pintu masuk dari tiga nagari, setiap pendaki menggunakan e-tiket, supaya bisa diketahui jumlah pendaki yang naik dan turun sekaligus atasi pendaki illegal, “setiap pintu pendakian nanti dilakukan pemeriksaan terhadap pendaki seperti peralatan, kondisi kesehatan hingga sampah,” jelasnya.
-HARMEN-