Maninjau, KABA12 — Harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Agam terpantau fluktuatif menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1444 H yang tinggal 2 pekan lagi.
Pantauan KABA12.com, Selasa (7/3) di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, beberapa komoditi bahan pokok mengalami fluktuasi harga.
Salah seorang pedagang bahan pokok, Yeni mengatakan, harga komoditi bahan pokok saat ini ada yang mengalami penurunan dan kenaikan. Bahkan ada juga komoditi lainnya dengan harga normal.
Ia mengungkapkan, beberapa komoditi bahan pokok yang mengalami turun harga diantaranya cabai merah keriting menjadi Rp 40 ribu per kilogram sebelumnya Rp 60 ribu, cabai rawit menjadi Rp 20 ribu per kilogram sebelumnya Rp 30 ribu, sawi menjadi Rp 5 ribu sebelumnya Rp 8 ribu, dan lobak menjadi Rp 5 ribu sebelumnya Rp 8 ribu.
“Ada beberapa bahan pokok yang turun harga sejak seminggu terakhir, penyebabnya karena petani panen raya serentak sehingga pasokan menjadi melimpah,” katanya.
Sementara bahan pokok yang mengalami kenaikan harga diantaranya kentang menjadi Rp 16 ribu per kilogram sebelumnya Rp 12 ribu, bawang putih menjadi Rp 30 ribu per kilogram sebelumnya Rp 24 ribu, dan terong menjadi Rp 10 ribu per kilogram sebelumnya Rp 8 ribu.
“Kenaikan harga disebabkan oleh faktor cuaca yang mengganggu produktivitas pertanian di daerah produksi,” ujarnya.
Selain itu ada juga beberapa komoditas lain yang dijual dengan harga normal yaitu bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, tomat Rp 10 ribu per kilogram, wortel Rp 12 ribu per kilogram, dan daun sop Rp 20 ribu per kilogram.
Meski harga komoditi bahan pokok mengalami fluktuasi harga, ia mengaku daya beli masyarakat di Kecamatan Tanjung Raya khususnya sedang mengalami penurunan karena beberapa faktor.
Penurunan daya beli masyarakat itu sudah terjadi semenjak bulan Desember 2022 atau pasca peristiwa kematian ribuan ikan KJA di Danau Maninjau.
“Daya beli masyarakat menurun drastis sejak 3 bulan terakhir atau semenjak kematian ikan KJA secara massal sehingga menyebabkan kondisi ekonomi di Tanjung Raya melemah,” jelasnya.
(Bryan)
