Bukittinggi, KABA12.com — Jelang Idul Fitri 1439 hijriyah, pemerintah kota Bukittinggi, melakukan inspeksi mendadak ke beberapa pasar. Walikota bersama Wakil Walikota, Staf Ahli Menteri Perdagangan bidang Hubungan Internasional, Sekda, sejumlah Kepala OPD dan Kabag Perekonomian, Kabag Humas serta beberapa instanai lainnya, langsung meninjau harga sembako dan kebutuhan lainnya, terutama di Pasar Bawah, Rabu (06/06).
Dalam sidak harga pasar itu, pemerintah kota memastikan harga komoditi sembako dan kebutuhan dapur lainnya, masih dalam kondisi normal. Diprediksi kondisi ini tetap bertahan hingga lebaran Idul Fitri mendatang.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan, dari sidak yang dilakukan pemerintah kota hari ini, dapat disimpulkan harga kebutuhan pokok di pasar tidak naik atau masih stabil jelang lebaran ini. Selain itu, stok atau ketersediaan dari sembako dan kebutuhan lainnya itu, masih mencukupi.
“Sejauh ini harga pasar masih normal dan stabil. Bahkan ada beberapa diantaranya turun. Seperti cabe itu turun cukup drastis dari Rp 40 ribu kini menjadi Rp 28 ribu. Kita prediksi ini akan tetap bertahan. Kalaupun nantinya ada kenaikan, kemungkinan tidak akan terjadi lonjakan yang signifikan. Artinya masih dalam batas kewajaran,” ungkap Ramlan.
Lebih lanjut, Wako menjelaskan bahwa untuk ketersediaan beras jelang lebaran, masih bisa dipenuhi. Kalaupun nanti terdapat kekurangan, Bulog Bukittinggi pun bersedia membantu menyiapkan pangan yang dibutuhkan masyarakat.
“Stok kita aman. Kita harapkan inflaai dapat ditekan. Bamun jangan sampai terjadi deflasi. Kita upayakan normal dan seimbang,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Perdagangan Hubungan Internasional, Dody Edward mengatakan, pasokan sembako dan kebutuhan lainnya masih aman. Bahkan pembelinya pun cukup ramai.
“Banyak juga yang bisa dicontoh dari Bukittinggi, seperti penjual daging yang mencantumkan harga sesuai tingkatan. Kualitas 1 Rp 130.000 per kg, kualitas 2 Rp 120.000 per kg dan kualjtas 3 Rp 100.000 per kg. Selain itu dapat disimpulkan untuk Sumbar khususnya Bukittinggi, harga pasar terkendali dan pasokannya pun aman,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian, Rismal Hadi menjabarkan, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga yakni cabai merah dari Rp 40.000/kg turun menjadi Rp 28.000/kg, bawang merah dari Rp 35.000/kg turun Rp 25.000/kg, jengkol dari Rp 70.000/kg turun Rp 30.000/kg serta beberapa komoditas lainnya. Sedangkan beras dijual bervariasi tergantung merk antara Rp 11.500 per kg hingga Rp 13.500 per kg.
“Untuk harga minyak goreng, tepung, gula, daging dan ayam harganya masih normal. Tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan” tegasya.
(Ophik)
