Kaba Terkini

Jelang Idul Adha Potensi PMK Tinggi, Distan Agam Siapkan Penanganan Ekstra

Lubukbasung, kaba12.com — Jelang hari raya Qurban 1443 Hijriah, 10 Juli 2022 mendatang keresahan warga khusus para pemilik hewan ternak, baik sapi maupun kambing, pasalnya semakin merebaknya kasus Penyakit Mulut Kuku (PMK) beberapa waktu belakangan.

Hingga pekan lalu, sesuai data yang diperoleh kaba12.com dari total 4.488 ekor populasi ternak di kabupaten Agam dengan rincian 4.230 ekor sapi dan 258 ekor kambing, tercatat sebanyak 1418 kasus suspek dengan 663 ekor konfirmasi, 684 sakit, 270 sembuh, 6 ekor mati serta 9 ekor potong paksa.

Seperti dijelaskan Emrizal, Sekretaris Dinas Pertanian Agam menjawab kaba12.com, dari total 4.488 ekor populasi ternak di kabupaten Agam tersebut, sudah dilakukan pengawasan ekstra dan saat ini tengah melakukan langkah-langkah taktis bersama stake holder terkait untuk mengantisipasi penyebaran dan menekan potensi penularan PMK.

Dijelaskan, saat ini kasus suspect (ternak tanpa gejala- TTG) didata jika ada ternak dalam 1 kandang ada yang terdampak, seluruh ternak yang berada dalam 1 kandang tersebut dinyatakan suspek dengan data sebanyak 1.418 ekor dengan rincian 1.304 ekor sapi, 113 ekor kambing dan 1 ekor domba.

Kemudian yang data terkonfirmasi adalah laporan ada ternak yang sakit dilaporkan ke ISIKHNAS dn telah dikonfirmasi oleh dokter hewan yang bertanggungjawab dengan data sebanyak 684 ekor dengan rincian 614 ekor sapi, 69 ekor kambing dan 1 ekor domba.

Kemudian yang sudah dinyatakan sembuh mencapai 270 ekor dengan rincian 247 ekor sapi dan 23 ekor kambing, “ sedang data hewan yang mati mencapai 6 ekor masing-masing 4 ekor sapi, 1 ekor kambing dan 1 ekor domba, dengan 9 ekor sapi dipotong paksa, “ jelas Emrizal.

Ditegaskan, saat ini pihaknya melakukan pengawasan ekstra terhadap seluruh hewan ternak yang ada di kabupaten Agam dan sosialisasi terkait kasus PMK sudah disebarluaskan ke seluruh pemilik hewan ternak, “ kita berharap, jika ada kasus baru, segera laporkan untuk penanganan lebih lanjut, “ ulasnya.

Distan Agam, ulas Emrizal juga sudah menjalin kerjasama dengan berbagai jajaran terkait untuk mengantisipasi menjalarnya kasus PMK di kabupaten Agam, termasuk melakukan penyekatan dan pengawasan khusus hewan ternak dari daerah lain yang masuk ke wilayah kabupaten Agam.

HARMEN

To Top