Lubukbasung,kaba12 — Jelang akhir tahun 2024, berbagai jenis bahan kebutuhan di berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Agam meningkat tajam. Peningkatan itu diduga dampak musim penghujan, kerap terhambatnya jalur transportasi yang masuk ke Sumatera Barat, termasuk peningkatan aktivitas warga dalam libur sekolah dan akhir tahun.
Pantauan kaba12 di berbagai lokasi, lonjakan harga kebutuhan pokok terjadi di mayoritas tempat sejak sepekan terakhir, terutama jenis komiditi pangan seperti beras, cabe merah, cabe hijau, bawang merah, bawang putih, telur, dan jenis kebutuhan pokok lain.
Dampak lonjakan harga bahan pokok ditengah sulitnya kondisi keuangan masyarakat itu, berdampak terhadap kian sepinya pasar-pasar tradisional di Lubukbasung.

Seperti dikeluhkan Wasdinar, salah seorang pedagang di Pasar Padang Baru, Lubukbasung yang menyebut, harga bahan pokok mengalami peningkatan cukup signifikn sejak dua pekan terakhir, terutama memasuki masa libur, tahun baru, bahkan diprediksi bahan pokok akan terus naik menjelang bulan suci Ramadhan mendatang.
Kondisi itu diamini beberapa pembeli di pasar serikat Nagari Lubukbasung dan Garagahan tersebut, yang menyebut kenaikan harga bahan pokok itu, justru tidak seimbang dengan pendapatan warga, terutama kalanga petani, termasuk warga yang saat ini paneh buah durian, manggis, rambutan di wilayah Lubukbasung.

“ Harus betul-betul memperhitungkan kondisi, apalagi sebentar lagi puasa, “ ungkap Desi, warga Sungai Jariang kepada kaba12.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Balai Salasa, Pasar Lamo Lubukbasung, Pasar Tiku termasuk di Pasar Bawan, yang tidak terlihat geliat mengesankan kegiatan perdagangan warga walau memasuki masa libur akhir tahun ini.
(HARMEN)
