Jadi Saksi Pernikahan di Gunung Medan Dharmasraya, Nasrul Abit Sosialisasikan Perda AKB

Dharmasraya, kaba12.com — Jadi saksi pernikahan di Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, Calon Gubernur Sumatra Barat periode 2021 – 2026 H. Nasrul Abit, sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada masyarakat dan pasangan pengantin baru, Jumat,(2/10).

H.Nasrul Abit, saat menghadiri prosesi akad nikah Jevrinda Chaniago, putra dari Noviar Chaniago dan Sumarni, dengan Yosilva Andrea, putri Andri dan Muniarti di Mushala Nurul Yaqin Perumnas Gunung Sari, Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya,meski sudah masuk masa cuti kampanye, namun mantan Bupati Pesisir Selatan yang kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatra Barat itu, tetap mensosialisasikan hidup sehat dan disiplin protokol kesehatan pada masyarakat.

Disebutkan H.Nasrul Abit Dt.Malintang Panai, Perda AKB yang ditetapkan dan disahkan melalui rapat Paripurna DPRD Sumbar, tanggal 11 September 2020 lalu, disusun sebagai salah satu upaya untuk pencegahan dan memutus rantai penyebaran covid19 yang wajib ditaati dan dipatuhi oleh semua unsur, baik dari kalangan masyarakat, hingga pejabat pemerintah.

“Saya berterima kasih, hari ini saya lihat masyarakat yang menghadiri akad nikah ini, semuanya taat mematuhi protokol kesehatan. Seluruhnya mengenakan masker, juga ada fasilitas cuci tangan. Saya harap hal ini terus dilakukan. Kita sekarang, juga sudah punya Perda AKB yang pada September lalu sudah ketuk palu. Ini (perda), berlaku untuk kita semua. Tujuannya tak lain, untuk memutus rantai penyebaran dan penularan COVID-19,”kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit menjelaskan, dari hari ke hari, angka terkonfirmasi positif di Sumatra Barat terus naik. Bahkan, angka temuan kasus perhari sudah berada diatas angka 100. Untuk menekan pergerakan angka positif COVID-19 itu, maka protokol kesehatan menjadi salah satu kunci utama disamping upaya lain seperti tracing, tracking dan treatmen atau pengobatan.

“Bapak, Ibu sekalian, angka positif COVID-19 kita di Sumbar naik. Maka dari itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama. Pemerintah, bertanggung jawab untuk itu. Namun juga, butuh dukungan dari masyarakat. Agar, pandemi ini segera berlalu dan kita terbebas dari ancaman COVID-19. Jika COVID-19 sudah tidak ada lagi, maka kehidupan kita akan berjalan seperti biasa. Kalau sekarang, kita sudah harus bisa beradaptasi. New normal aman dan bebas dari COVID-19. Sekali lagi, disiplin menerapkan protokol kesehatan kunci utama,”ujar Nasrul Abit.

Sesuai release yang diterima kaba12.com, khusus kepada kedua mempelai, Nasrul Abit berpesan untuk dapat menjaga keharmonisan rumah tangga sebaik mungkin.

Menurut Nasrul, Jevrinda dan Yosilva sudah ditakdirkan Allah SWT untuk membina mahligai rumah tangga. Membangun rumah tanggah yang sakinah wawadah dan warohma tentu tidak mudah, akan banyak rintangan yang ditemui. Namun, jika menikah atas dasar kecintaan dan mengharapkan ridho Ilahi, maka semua yang dicita-citakan akan dapat terwujud.

“Membangun rumah tangga itu ada suka dan duka. Jika ada masalah, jangan dibawa keluar rumah. Selesaikan berdua. Juga dengan orang tua, ketika sudah menyerahkan atau melepaskan anaknya, maka sudah menjadi tanggung jawab suaminya. Biarkan mereka membina rumah tangganya. Kita sebagai orang tua, sifatnya mengawasi. Jangan terlalu banyak ikut campur. Karena, itu juga tidak bagus,” jelas Nasrul Abit panjang lebar.

HARMEN

0Shares