Lubukbasung,kaba12 — Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan biasanya suasana ibadah semakin terasa kuat, yang ditandai dengan masjid mulai lebih ramai pada malam hari, lantunan Al-Qur’an terdengar lebih lama, dan sebagian umat islam memilih untuk berdiam diri di masjid dalam satu ibadah yang terkenal dengan I’tikaf.
I’tikaf secara sederhana berarti berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah, amalan ini memiliki keutamaan besar, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, saat umat Islam berlomba-lomba mencari malam Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman:
“….Dan janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istrimu) ketika kamu sedang ber’iktikaf di masjid…” (QS.Al-Baqarah: 187)
Potongan ayat 187 dalam surat Al-Baqarah ini menunjukan bahwa I’tikaf adalah ibadah yang telah dikenal sejak masa Rasulullah dan menjadi bagian dari praktik ibadah di bulan Ramadhan.
Dalam sebuah hadist juga disebutkan:
“Rasulullah SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adanya dalil ini, para ulama menjelaskan bahwa I’tikaf merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam – malam terakhir Ramadhan. Dengan tujuan memberikan ruang bagi seorang muslim untuk lebih fokus beribadah, menjauh sejenak dari kesibukan dunia, dan memperbanyak doa serta dzikir.
Sahabat kaba12, I’tikaf tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang berat, bagi yang memiliki kesampatan, dapat meluangkan waktu beberapa malam di masjid.
Namun bagi yang memiliki keterbatasan waktu, berdiam diri sejenak di masjid setelah tarawih atau menjelang sahur dengan niat beribadah juga termasuk bentuk menghidupkan malam Ramadhan.
Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an, shalat malam, serta doa memohon ampunan kepada Allah. Terlebih pada malam – malam terkahir Ramdhan yang penuh dengan keutamaan.
Teman – teman kaba12, bulan suci ini akan segera menuju penghujungnya, makadaripada itu, sepulun malam terakhir menjadi waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Semoga setiap langkah menuju masjid, setiap ayat yang dibaca, dan setiap doa yang dipanjatkan di malam-malam Ramadhan ini menjadi amal kebaikan yang bernilai besar di sisiNya.
(TAUFIQ)
