Lubukbasung, kaba12 — Ramadhan adalah bulan ampunan, setiap hari adalah kesempatan baru memperbaiki diri, dan setiap malam adalah ruang untuk kembali kepada Allah SWT.
Di antara amalan yang ringan di lisan namun besar dampaknya adalah istighfar.
Sering kali manusia merasa dosanya terlalu banyak, kesalahannya terlalu besar. Padahal pintu ampunan Allah selalu terbuka, terlebih di bulan suci.
Yang dibutuhkan hanyalah kerendahan hati untuk mengakui dan memohon ampun.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Nuh:10 :
“Maka aku katakana kepada mereka, mohonlah ampun kepada tuhanmu, sungguh dia maha pengampun.” (QS. Nuh : 10)
Ayat ini menegaskan bahwa istighfar bukan sekedar ucapan, tetapi jalan menuju rahmat, yang membuka pintu keberkahan, menenangkan hati, dan membersihkan jiwa dari beban dosa.
Ramadhan 1447 H menjadi waktu terbaik memperbanyak istighfar yang bisa dilakukan setelah shalat, di sela aktivitas, menjelang berbuka, dan terutama di sepertiga malam terakhir. Tidak perlu kalimat panjang, cukup dengan kesungguhan hati.
Karena sejatinya, bukan manusia yang terlalu kotor untuk diampuni, tetapi sering kali manusia terlalu menunda untuk kembali. Dan Ramadhan adalah panggilan lembut agar kita segera pulang kepadanya.
(TAUFIQ)
