Lubukbasung, kaba12.com — Peningkatan intensitas erupsi Gunung Api Marapi dalam 3 hari terakhir, menjadi perhatian serius Pemkab.Agam. Bahkan sesuai data PVMBG melalui BPBD Agam, peningkatan erupsi sejak Sabtu pekan lalu, membuat pihak terkait di Pemkab.Agam siaga.
Bahkan, Bupati Agam Dr.Andri Warman mulai risau dengan perkembangan kondisi tersebut, dan menginstruksikan BPBD Agam untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Api Marapi itu secara intens, dan membuat surat himbauan khusus pada warga kabupaten Agam yang berada di sepanjang kawasan Gunung Marapi.
Himbauan Bupati Agam No.360/20/BPBD-AG/I/2023 tanggal 9 Januari 2023 itu, menyikapi informasi PVMBG terkait status Gunung Api Marapi yang berada di Level II (waspada), termasuk perkembangan kondisi erupsi sejak tanggal 7 Januari 2023 hingga Senin, (9/1) siang sebanyak 59 kali, dengan trend peningkatan.
Terkait dengan kondisi itu, Bupati Agam menghimbau masyarakat, pengunjung atau wisatawan untuk mengosongkan wilayah di sekitar Gunung Api Marapi dengan radius 3 km, dilarang melakukan pendakian atau wisata ke Gunung Api Marapi dan warga diminta untuk tidak panic dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan potensi ancaman erupsi.

Surat himbauan tersebut selain disebarluaskan ke 5 kecamatan yang berada di kawasan Gunung Api Marapi, termasuk 30 walinagari yang tersebar di 5 kecamatan, juga disebarluaskan ke berbagai media massa dan media sosial, “ untuk meningkatkan kewaspadaan, “ sebut Bambang Warsito, Kepala BPBD Agam.
Kepada kaba12.com, Bambang Warsito bersama tim terkait sejak Sabtu pekan lalu, intensif memantau perkembangan kondis pasca erupsi Gunung Api Marapi, bahkan diakui, pihaknya mulai was-was melihatkan peningkatan intensitas erupsi sejak 3 hari tersebut.“ Kami himbau seluruh warga waspada, namun tidak perlu panik, “ sebutnya.
Ditambahkan Bambang Warsito, pihaknya bersama unsur terkait dalam penanganan dampak erupsi Gunungapi Marapi, terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan di lapangan, “ mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang luar biasa, “ ungkap Kepala BPBD Agam itu lagi.
HARMEN
