Lubukbasung, kaba12.com — Ide kreatif pemuda yang tergadang dalam komunitas Gappis Parade Seni Budaya (GPSB) Agam 2018 yang menggelar parade seni-budaya rutin setiap Rabu malam di kompleks terminal depan pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung dipujikan banyak pihak.
GPSB Agam 2018 yang dijadualkan berlangsung hingga bulan Juli mendatang, sebagai acara pembuka peringatan ulang tahun perak (25 tahun) usia ibukota kabupaten Agam ke Lubukbasung (19 JUli 1993-19 Juli 2018) tersebut, bisa menjadi agenda rutin yang sukses memotivasi kembali aktifnya group-group kesenian tradisi dan group music di kabupaten Agam untuk tampil unjuk kebolehan.
Banyak yang berharap, event yang dibuka Sekab Agam M.Dt.Maruhun, awal Maret lalu, menjadi event rutin tahunan di kabupaten Agam.
Seperti disebutkan Kadishub.Agam Yosefriawan, salah seorang pejabat daerah yang memotivasi pemuda untuk menggelar acara rutin di kompleks terminal pasar inpres tersebut, mengungkap salut dan bangganya atas acara rutin yang menurutnya punya multi efek untuk masyarakat, “ tidak hanya hiburan, dampak ekonomi dirasakan masyarakat, apalagi di sentral kuliner Lubukbasung, “sebutnya.
Yosefriawan berharap, dengan event rutin tersebut, bisa bermunculan berbagai potensi dan keunikan budaya yang banyak terpendam dalam masyarakat, karena menurutnya, Agam memendam banyak potensi luar biasa yang butuh penyaluran dan pengembangan.
Hal serupa disebutkan Ulya, pemimpin cabang bank nagari Lubukbasung yang mengapresiasi terobosan pemuda itu sebagai bagian dari upaya” menghidupkan” Lubukbasung dalam bidang seni budaya.
Bahkan, hal itu diyakinkannya akan menjadi barometer bagi kegiatan berkesenian yang selama ini sangat diharapkan banyak pihak untuk dikembangkan ,” ini secara mandiri, bisa tumbuh dan berkembang menjadi acara rutin yang semakin diminati masyarakat, ini harus dipertahankan dan harus terus diperkaya dengan ragam penampilan,”sebut Ulya.
Dilain pihak, Kadinas Sosial Agam Kurniawan Syahputra berharap, panitia GPSB Agam 2018 bisa menerobos keunikan dan keberagaman kekayaan budaya kabupaten Agam. Panitia GPSB Agam dinilai sukses merangkul group kesenian panti asuhan, dan group seni tradisi lain di berbagai pelosok nagari, “ kami berharap, panitia juga merangkul keunggulan kelompok disabilitas dalam berkesenian, “ ulasnya.
Menyikapi hal itu, beberapa panitia GPSB Agam 2018 mengaku sangat termotivasi dan menjadikan hal itu sebagai catatan khusus,” kami merespon hal itu, dan akan mengevaluasi kegiatan yang digelar, salah satunya kami upayakan untuk mendatangkan bintang tamu yang banyak dikenal masyarakat, sehingga menambah warna dari acara yang digelar, “ sebut Andri Buana, penanggung jawab acara.
(Harmen)
