Lubukbasung, KABA12.com — Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenaga-kerjaan (DPMPTSP Naker) Agam, Kamis (12/04) didatangi tim penilai independen dari PT. Surveyor Indonesia. Kedatangan tim penilai tersebut dalam rangka pemeringkatan kelembagaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penanaman Modal (PTSP-PM) tahun 2018.
Kepala DPMPTSP Naker Kabupaten Agam, Fatimah mengatakan, tim penilai independen itu merupakan utusan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (PKBM) RI guna menilai penyelenggara PTSP-PM terbaik se-Indonesia, “penilaian tahun ini dilakukan terhadap 565 penyelenggara PTSP-PM ditingkat provinsi, kabupaten ataupun kota, kawasan ekonomi khusus dan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas,” katanya.
Fatimah menjelaskan, aspek yang dinilai antara lain mengenai SDM, sarana dan prasarana, inovasi pelayanan dan pengawasan penanaman modal. Tim penilai independen ini nantinya akan melakukan survey lapangan ke seluruh kantor PTSP selama periode 2-30 April 2018.
“Harapan kita dengan pemeringkatan oleh BKPM setiap 2 tahun sekali bagi seluruh PTSP se Indonesia ini, memotifasi daerah untuk selalu berbenah memperbaiki pelayanan, didukung pembenahan SDM, sarana prasarana, sistem dan prosedur serta pengawasan, disamping itu juga merupakan ajang bagi kabupaten kota untuk selalu membuat inovasi pelayanan dalam rangka melayani atau memanjakan masyarakat, ” jelasnya.
Kepala DPMPTSP Naker Agam itu menambahkan, penilaian PTSP-PM terbaik se-Indonesia ini, Kabupaten Agam telah tiga periode berturut-turut masuk dalam nominasi 10 besar, sejak tahun 2012, 2014 dan 2016.
Fatimah berharap dalam penilaian tahun 2018 ini Agam bisa menjadi terbaik se-Indonesia.
“Untuk tahun ini semoga bisa jadi yang terbaik juga, walaupun banyak kabupaten kota lain yang pembenahan dan inovasinya sangat drastis ,” harapnya.
(Jaswit)
