Bukittinggi, KABA12.com — Remaja menjadi sosok yang paling menyita perhatian banyak pihak. Tidak saja dari kalangan pemerintah, bahkan pihak swasta pun membidik potensi kaum muda ini.
Namun, tidak sedikit diantara para pemerhati yang mengkhawatirkan eksistensi kaum muda di masa kini hingga masa mendatang. Apalagi menghadapi prediksi era bonus demografi 2045 di tanah air tercinta.
Menjawab peluang dan tantangan remaja saat ini dan hari esok, Ibnu Asis, aggota komisi II DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan harapan dan optimismenya kepada para awak media yang menemuinya usai meresmikan kegiatan pesantren kilat remaja Mesjid Talao Bukittinggi.
Disadari atau tidak, banyak diantara warga yang mecemaskan eksistensi dan nasib masa depan remaja. Terutama yang menyangkut dengan sikap moral dan perilaku aneh nan menyimpang dari sebagian anak muda itu. Apalagi mereka hidup dan bertumbuh pada zaman modern nan canggih atau yang lebih populer disebut era revolusi industri 4.0.
“Sesungguhnya, diantara kata kunci yang akan menjadi benteng sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk berkompetisi dan berprestasi di era milenial ini adalah pendidikan. Sebagaimana yang telah ditunjukajarkan dan diwasiatkan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thalib R.A melalui kata-kata bijak penuh hikmah berikut, Didiklah anak-anak generasi keturunan mu, karena mereka akan hidup (tumbuh dan berkembang) pada zaman yang tidak sama dengan zaman mu,” ujarnya.
Politisi PKS itu mengajak para orang tua, masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta agar memberi ruang yang terbuka dan kesempatan yang luas kepada kaum muda tersebut untuk mengenyam pendidikan yang memadai, baik formal maupun non formal dengan memperhatikan kondisi kekinian dan kedisinian. Disamping itu, kepada para stakeholder terkait, diminta memberikan fasilitasi berupa wadah untuk berkumpul, berserikat dan berorganisasi serta penyaluran minat dan bakat para remaja dimaksud.
“Yang tidak boleh kita lupakan untuk generasi penerus ini, adalah berilah perhatian yang tulus dengan penuh kasih sayang serta apresiasi yang tinggi terhadap semua aktifitas dan kreatifitas mereka. Seperti Remaja Masjid Talao yang sudah dengan penuh kesungguhan menginisiasi kegiatan pesantren kilat remaja, serta banyak contoh yang lainnya di Kota Wisata ini,” ungkap Ibnu.
Apresiasi dimaksud menurut Ibnu, tidak mesti seluruhnya dalam bentuk materi. Dukungan moril dan pengawasan yang bertanggung jawab pun bisa menjadi penghargaan tersendiri. Karena dengan demikian kaum muda ini akan merasa dihargai dan tidak dipandang sebelah mata.
Ibnu menegaskan, organisasi kepemudaan pada berbagai tingkatannya berperan penting menjadi fasilitator sekaligus sebagai katalisator untuk membentuk karakter dan mengasah minat dan bakat para remaja tersebut seiring perkembangan kemajuan zaman.
Namun sejalan dengan hal tersebut, sudah menjadi kewajiban juga bagi pemerintah daerah untuk membina dan memberdayakan secara profesional dan proporsional para kaum muda dan organisasi kepemudannya sebagai amanah langsung dari Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan.
“Pembinaan dan pemberdayaan tersebut, sudah semestinya tampak dan terakomodir berupa program dan kegiatan pada bidang kepemudaan di dalam APBD Kota Bukittinggi,” jelas Ibnu.
(Ophik)
