Bukittinggi, KABA12.com — Ikatan Alumni SMAN 5 Bukittinggi (IASMALBI), menggelar aksi peduli terhadap sesama. Kegiatan sosial memberikan bantuan berupa sembako itu bermula dari pemikiran untuk membantu rekan sesama alumni terdampak covid-19 dan berkembang hingga bantuan untuk beberapa warga yang ekonominya menurun drastis saat penanganan wabah covid-19 ini.
Salah seorang alumni SMAN 5 Bukittinggi, Susi Susanti, yang juha menjadi inisiator aksi sosial itu, menjelaskan, kegiatan ini berawal dari kepeduliannya terhadap rekan sesama alumni yang memang didominasi oleh para penggiat UMKM sektor perdagangan dan jasa. Sejak wabah covid-19 melanda, memang upaya penanganan yang diambil pemerintah, berdampak pada penurunan tingkat perekonomian mereka.
“Keluhan teman teman alumni itu, kami tampung dan bicarakan dengan beberapa rekan lainnya. Alhasil, dikumpulkan data sementara para alumni yang membtuhkan, kemudian kami coba hubungi alumni lintas angkatan yang bisa membantu. Alhamdulillah responnya positif dari sebagian besar alumni yang dapat dihubungi,” jelasnya.

Sesuai ide awal dari alumni untuk alumni, semua ikut berpartisipasi sesuai bidang masing-masing. Hasilnya, sejak 30 April lalu, terkumpul donasi yang jauh melebihi target. Jika ditotal semua donasi uang dan barang diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
“Jumlah ini tidak terbayangkan di awal hingga akhirnya tidak alumni saja yang disasar tujuan bantuan. Bantuan turut disebar pada masyarakat disekitar alumni, yang kami bagikan berdasarkan masukan data dari alumni dan masyarakat di sekitar Posko melalu RT setempat. Sehingga bantuan diharapkan lebih tepat sasaran karena yang membagikan bertanggung jawab menilai kondisi penerima bantuan. Hal ini dirasa sangat efektif guna mendukung PSBB dan Physical Distancing, sehingga menghindari penumpukan penerima bantuan,” ungkapnya.
Bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan hidup dasar, seperti beras, telur, cabai dan kentang. Pada paket bantuan yang di distribusikan mulai Jumat 8 Mei 2020, ditambahkan masker sebagai bagian dukungan program PSBB yang sedang dilaksanakan.
Meski dengan semua keterbatasan baik materi dan basis data alumni, semua tetap optimis dengan target awal hanya menyasar alumni yang terdampak. Bantuan dan dukungan juga berdatangan dari berbagai pihak. Mulai dari desain, konsep, promosi, hingga posko yang menfasilitasi pengumpulan bantuan. IASMALBI juga menggandeng Bukittinggi Rescue Team (BRT) untuk membantu proses pembagian dan menggunakan BaseCamp BRT menjadi Posko.
“Besar harapan kami kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban untuk beberapa hari kedepan. Dan kami berharap semakin banyak masyarakat yang mampu saling berbagi dengan sekitarnya. Tidak hanya berharap pada pemerintah dan perusahaan besar, tapi secara swadaya,” pungkasnya.
(Ophik)
