Bukittinggi, KABA12.com — Satu lagi pendukung kepariwisataan di kota Bukittinggi selesai dibangun. Hotel Grand Bunda, yang berada di jalan Ahmad Karim, resmi dibuka dan operasionalnya diresmikan langsung oleh Walikota Bukittinggi, Rabu (06/02).
Owner Hotel Bunda, Asril, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukubgan pemerintah kota Bukittinggi, selama proses pembangunan hotel dengan konsep syariah ini. Hotel Grand Bunda merupakan hotel yang memiliki 74 kamar, dengan 6 tipe kamar yakni Superior, Deluxe, Deluxe Balcony, Grand Deluxe, Suite dan Grand Family.
“Hotel Grand Bunda ini adalah yang kedua di Bukittinggi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Bukittinggi yang telah memberikan dukungan dan kemudahan dalam proses perizinan. Karena hotel Bunda ini adalah hotel syariah, sebagian kecil penghasilannya akan kami tabungkan dan bisa memberangkatkan karyawan kami untuk pergi umroh,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap hotel grand bunda, apalagi hotel ini enggunakan konsep syariah. Kondisi saat ini kota Bukittinggi masih kekurangan jumlah kamar, karena sebagai kota conference, dibutuhkan jumlah kamar yang memadai untuk pertemuan berskala nasional dan internasional.
“Saat ini di Bukittinggi baru terdapat 1.984 kamar dan 2.400 tempat tidur. Kalau kita bandingkan dengan kebutuhan, kondisi sekarang masih dirasa kurang. Semakin banyak kamar nantinya tentu dapat menambah kunjungan dan para wisatawan pun dapat menginap di kota yang memiliki keindahan alam serta diselimuti hawa yang sejuk ini,” ungkap Ramlan.
Walikota juga mengatakan saat ini Bukittinggi terus membenahi bidang kepariwisataan, diantaranya, merevitalisasi Taman Pedesterian Jam Gadang. Dengan debenahi kota ini akan mendatangkan tamu dan diharapkan akan bertambahnya PAD.
“Untuk itu, mari kita jaga bersama. Keberasihan dan kenyamanan menjadi harga mati. Jika ada yang buang sampah sembarangan, tegur saja. Jika ada aksi kriminal dan tidak menyenangkan, laporkan ke pihak berwenang. Kita harus bersama menjadikan kota ini, kota yang menarik, selalu dikenang sebagai kota yabg bersih, aman dan nyaman,” ujar Wako.
Pada kesempatan itu, Walikota juga berharap kepada para pengusaha hotel, untuk dapat menampilkan ciri khas budaya Minangkabau, serta menjunjung tinggi nilai adat dan budaya. “Jangan takut kamar tidak penuh, justru promosi yang terbaik itu adalah bahwa di Bukittinggi tidak ada tempat “macam – macam” selain tempat beristirahat,” pungkasnya.
(Ophik)
