Bukittinggi, KABA12.com — Tepat tanggal 22 Desember 2018, kota Bukittinggi genap berusia 234 tahun. Suatu usia yang tidak muda lagi dan memang Bukittinggi diakui sebagai kota pariwisata yang penuh sejarah dimana saat ini dalam pembenahan di segala bidang.
Dibawah kepemimpinan Walikota, H. M. Ramlan Nurmatias, SH dan Wakil Walikota, H. Irwandi, SH, kota Bukittinggi terus menunjukkan perkembangan di segala bidang. Karena memang, duet kepala daerah Bukittinggi yang maju melalui jalur independen ini, didukung oleh DPRD dan Unsur Forkopimda, SKPD dan masyarakat, bertekad memajukan kota Bukittinggi yang lebih baik di bidang kemasyarakatan, bidang pendidikan, kesehatan, perdagangan-jasa dan pariwisata.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat ditemui KABA12.com di ruang kerjanya, Selasa (18/12) mengungkapkan, momen Hari Jadi Kota, merupakan momentum untuk evaluasi diri dan kinerja. Selama kurang lebih tiga tahun kepemimpinannya, sudah banyak perubahan yang dilakukan, baik infrastruktur maupun administrasi kemasyarakatan, pembangunan dan pemerintahan.

“Bidang kemasyarakatan, kita upayakan bagaimana menekan angka kemiskinan dengan berbagai program. Sehingga dengan program yang disusun, dapat mewadahi para warga untuk bekerja dan meningkatkan perekonomian mereka. Jadi kita tidak hanya membantu dengan pemberian uang tunai, namun juga memberikan sejumlah program yang dapat menjadikan warga kurang mampu menjadi masyarakat yang mandiri,” jelas Ramlan.
Pada tahun pertama dan kedua, Ramlan-Irwandi, secara intensif melakukan pembenahan dan penataan kota, baik terminal, parkir, kebersihan, taman-taman kota, penataan PKL serta mengembalikan ruang-ruang publik kepada fungsinya seperti trotoar, jalan dan lain-lain.
Selanjutnya pada tahun ketiga ini, setelah menyelesaikan semua tahapan penganggaran dan perencanaan pada tahun pertama dan kedua, beberapa kegiatan pembangunan strategis yang telah dicantumkan dalam RPJMD Kota Bukittinggi 2016 – 2021 satu per satu telah dimulai pengerjaannya.
Revitalisasi Kawasan Pedestrian Jam Gadang
Tujuan dari kegiatan Revitalisasi Kawasan Pedestrian Jam Gadang, untuk semakin terciptanya kenyamanan dan keindahan kawasan Jam Gadang sebagai icon utama Kota Bukittinggi, sehingga nantinya akan semakin meningkatkan minat para wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.

Disamping itu, taman Jam Gadang yang indah dan nyaman juga dapat dijadikan sebagai tempat refreshing bagi warga kota setelah lelah bekerja di tempatnya masing-masing. Dengan melihat taman yang tertata rapi dilengkapi dengan atraksi air mancur yang indah, diharapkan benar-benar dapat menciptakan ketentraman bagi semua orang yang mengunjunginya. Anggaran untuk pembangunan ini kurang lebih Rp 17 milyar dan ditargetkan selesai di akhir tahun 2018 ini.
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah
Pembangunan RSUD yang berlokasi di Jalan By Pass juga telah mulai pengerjaannya pada tahun 2018 ini dengan menggunakan skema tahun jamak dan ditargetkan akan selesai di akhir tahun 2019 nanti, dengan anggaran kurang lebih Rp 103 milyar.

“RSUD yang kita bangun ini adalah Rumah Sakit type C, namun kualitas layanannya kami rancang akan setara dengan rumah sakit type B bahkan type A. Dan rumah sakit ini nantinya akan mempunyai layanan unggulan penyakit jantung, yang pelaksanaannya akan dikembangkan melalui kerjasama dengan berbagai rumah sakit jantung di tanah air. Insyaallah pada tahun 2020 RSUD ini telah dapat beroperasi melayani masyarakat Kota Bukittinggi,” ungkapnya.
Pembangunan Kembali Pasar Atas Bukittinggi
Pascaterjadinya kebakaran kompleks Pertokoan Pasa Ateh pada tanggal 30 Oktober 2017 yang lalu, pemko telah berupaya untuk memohonkan bantuan dan dukungan kepada Pemerintah Pusat, karena untuk membangun kembali pertokoan tersebut, tidak mungkin dibiayai dengan APBD karena membutuhkan biaya yang sangat besar untuk ukuran APBD Kota Bukittinggi.

“Kita bersyukur dan sekaligus berterimakasih kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI yang telah menunjukkan kepedulian beliau terhadap persoalan kita ini, sehingga pelaksanaan pembangunan kembali Pasa Ateh telah dapat kita mulai dengan anggaran APBN. Seluruhnya menelan biaya sebesar Rp 292 milyar lebih yang terdiri dari satu lantai basement, tiga lantai pertokoan dan satu roof top yang akan diisi dengan food court. InsyaAllah akan dibangun 834 kios dan 315 los,” jelas Wako.
Embung PDAM di Tabek Gadang Aur Kuning

PembangunanEmbung dalam rangka menambah sumber air baku untuk air bersih PDAM pada tahun 2018 ini juga telah dapat dimulai. Apabila telah selesai nanti diharapkan akan dapat menambah debit sumber air bersih sebesar 40 liter/detik.
Rehab dan pembangunan baru gedung sekolah
Gedung sekolah yang representatif dan nyaman juga menjadi perhatian penuh Pemerintah Kota Bukittinggi. Karena kondisi saat ini ada beberapa gedung sekolah yang usianya sudah relatif tua dan kurang layak dan nyaman bagi anak-anak kita dalam mengikuti proses belajar.
“Ada 5 sekolah yang kita bangun baru gedungnya pada tahun 2018 ini, SMP 5 Bukittinggi, SDN 02 Aur Kuning, SDN 09 Manggis Ganting, SDN 17 Pakan Kurai, SDN 10 ATTS. Untuk 2019 mendatang, juga akan direhab 11 sekolah lagi,” ungkap Wako.
Peningkatan jalan-jalan kota
Padatahun 2018 ini sebagian besar jalan kota juga telah selesai diaspal kembali. Hal ini dilakukan demi kelancaran transportasi masyarakat sehingga tidak ada lagi jalan-jalan yang berlobang dan becek.
Pada tahun 2018 volume jalan yang dilakukan peningkatan maupun pemeliharan adalah sepanjang 12.401 m. Disamping itu trotoar di kiri kanan jalan juga kita benahi dengan dilakukan pelebaran serta dipasang bangku-bangku dan lampu. Dengan trotoar yang bagus dan tertata dengan baik, Kota Bukittinggi betul-betul menjadi kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Panjang trotoar yang kita bangun dan perbaiki selama tahun 2018 ini adalah sepanjang 1.796 m.
Pembangunan Kantor Pemerintah
Beberapakantor Pemerintah Kota Bukittinggi yang ada saat ini sudah tidak representatif lagi, baik dari segi fasilitas maupun ukurannya, sehingga untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat perlu kita lakukan pembangunan baru.
“Alhamdulillah pada tahun ini telah ada beberapa kantor yang telah kita bangun, dan mudah-mudahan sesuai dengan target kita bisa selesai pada tahun 2018. Beberapa kantor tersebut diantaranya kantor Lingkungan Hidup, kantor Dinas Polisi Pamong Praja, kantor Lurah Pulai Anak Aia. Sedangkan kantor DPRD insyaallah baru akan kita mulai pengerjaan pembangunannya pada tahun 2019 yang akan datang karena ada sedikit kendala untuk pembebasan jalan masuk ke lokasi tersebut. Namun alhamdulillah berkat dukungan dan partisipasi masyarakat hal tersebut telah dapat kita selesaikan,” jelasnya.
Disamping beberapa kegiatan pembangunan strategis dan menelan anggaran yang relatif besar tersebut, juga masih banyak program kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Diantaranya, Pembangunan dan peningkatan jalan lingkung sepanjang 9.712,5 m, pembangunan dan peningkatan riol sepanjang 8.032,2 m, bantuan untuk perbaikan rumah keluarga kurang mampu melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari dana APBN sebanyak 249 KK dan bedah rumah melalui dana APBD sebanyak 28 KK, Pembangunan dan peningkatan trotoar dalam kota sepanjang 1.796 m.
Pembangunan dan peningkatan saluran drainase perkotaan sepanjang 2.421 m. Pemasangan jaringan penerangan jalan umum sebanyak 168 titi, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 100 m, pengadaan komputer di seluruh sekolah SD dan SMP Negeri, pembangunan jaringan internet di 23 sekolah, dan sejumlah upaya lainnya.
Selain capaian kemajuan tersebut, atas kinerja dan prestasi yang telah dilakukan, Pemerintah Kota Bukittinggi pada tahun 2018 juga banyak memperoleh prestasi baik tingkat provinsi maupun nasional. Diantaranya, penghargaan dari Ombudsman, Kota Peduli HAM, Walikota Enterpreanur, penghargaan Kihajar Award, penghargaan peolpor sertifikasi ruang bermain ramah anak, penghargaan APE,
“Alhamdulillah, tidak sedikit penghargaan yang telah diterima pemerintah kota Bukittinggi selama tahun 2018. Ada 139 penghargaan baik dari tingkat provinsi, maupun tingkat nasional. Ini menjadi bukti kita bekerja sesuai aturan dan program yang dilaksanakan sinergi dengan program dari pemerintah pusat,” ungkap Ramlan.

Salah satu prestasi yang juga cukup membanggakan bagi Bukittinggi, adalah, dengan telah ditetapkannya kawasan Ngarai Sianok sebagai geopark nasional. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa bagi peningkatakan kunjungan wisatawan ke Kota Bukittinggi. Pemko menargetkan nantinya kawasan Ngarai Sianok ini akan ditingkatkan menjadi Global Geopark yang penetapannya dilakukan oleh UNESCO. Apabila ini terwujud maka wisatawan mancanegara pasti akan lebih banyak lagi berkunjung ke Kota Bukittinggi.
Walikota : Upaya Kami Belum Selesai, Mimpi Kami Akan Terwujud
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan, selama kepemimpinannya bersama Wakil Walikota, ia selalu bermimpi untuk menjadikan Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata utama di Indonesia. Bukittinggi harus bisa menjadi kota yang dapat dikenang bagi warga dan pengunjung, sebagai kota yang ramah, sejuk, aman dan nyaman.
“Membangun daerah ini, tidak hanya dengan teori. Seorang Kepala Daerah harus bisa bermimpi untuk berbuat lebih baik. Sampai saat ini, satu per satu mimpi kami telah menjadi kenyataan. Tapi kami belum selesai. Masih banyak mimpi kami yang akan diupayakan di sisa kepimpinan kami ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, mengungkapkan, dirinya bersama Walikota, selalu bekerja untuk mewujudkan Bukitinggi yang aman dan nyaman serta focus untuk mensejhaterakan masyarakat. Apapun kegiatan yang dilaksanakan, selalu dikoordinasikan dengan baik bersama DPRD, Forkopimda dan didukung penuh dengan SKPD.
“Kami berkomitmen, bekerja sesuai aturan yang ada. Apapun kegiatannya, harus tertib administrasi. Setiap pekerjaan, disusun mulai dari perencanaan yang rapi dan dibuat sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga tidak ada aturan hukum yang dilanggar dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik,” ujar Irwandi.
Terkait adanya kendala dan protes dari berbagai pihak, Irwandi mengakui hal itu sebagai dinamika dari proses pembangunan. Hal tersebut juga dapat menjadi masukan yang diterima langsung oleh pemerintah kota Bukittinggi.
“Tantangan itu hal yang biasa dan kami nilai sebagai sebuah dinamika dalam bekerja. Intinya, apapun pembangunan yang kita laksanakan selama satu, dua dan tiga tahun terakhir, muaranya untuk kesejahteraan masyarakat kota Bukittinggi,” ungkap Irwandi.

Disisi lain, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, mengapresiasi kinerja badan eksekutif sebagai pengambil kebijakan, dalam membangun kota Bukittinggi ke arah yang lebih baik ini. Memang sejak dua tahun terkahir, beberapa perubahan mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya dibidang infrastruktur.
“Kami atas nama DPRD dan masyarakat kota Bukittinggi, juga berterimakasih atas upaya yang dilakukan selama tiga tahun terkahir, dibawah kepimpinan Ramlan – Irwandi. Hal ini diharapkan dapat dipertahankan dan dapat dilanjutkan dalam sisa kepemimpinan Ramlan – Irwandi pada periode 2016-2020,” ungkap Beny.
Selain itu, Beny Yusrial, atas nama lembaga DPRD, juga siap membantu dan mendukung setiap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, asalkan itu semua merupakan pekerjaan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami di dewan, disisa masa jabatan kami yang sudah hampir lima tahun berjalan, akan terus bekerja maksimal sebagai tugas kami di parlemen, baik dari segi pengawasan, penganggaran dan legislasi. Setiap kegiatan dan program pemerintah akan kita dukung dengan penganggaran, pekerjaannya pun akan tetap diawasi bersama dan kami siap bersama pemko untuk membuat paying hokum dalam hal ini perda, agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan maksimal dan dilandasi aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Beny Yusrial, didampingi pimpinan DPRD lainnya, H. Trismon dan Yontrimansyah, mewakili 25 anggota DPRD Bukittinggi.

Ketua Kerapatan Adat Kurai (KAK) V Jorong, Y. DT. Yang Pituan juga mengapresiasi kemajuan kota Bukittinggi dari tahun ketahun. Sebab diusia yang ke 234 tahun, Bukittinggi semakin diminati orang untuk datang berkunjung.
Kemajuan kota Bukittinggi itu, jelas dikarenakan upaya yang dilakukan oleh setiap penggantian pimpinan kota ini. Karena masing masing pimpinan memiliki program dan selera yang berbeda dalam membangun dan mengelola kota Bukittinggi.
“Tetapi, yang pasti untuk 3 tahun belakangan ini, kita masyarakat kota Bukittinggi pantas memberikan apresiasi kepada Walikota H. Ramlan Nurmatias bersama Wakil Walikota H. Irwandi dan jajarannya serta dukungan yang diberikan DPRD. Sebab dengan segala upayanya telah mampu merubah kota Bukittinggi ini ke arah yang lebih baik dan berkualitas,” ungkap DT. Yang Pituan.
Ketua KAK juga menilai, Ramlan Nurmatias dan Irwandi, dalam menjalankan roda pemerintahan dan melaksanakan kegiatan pembangunan, selalu menjaga dan memperhatikan kearifan lokal, adat dan budaya yang dimiliki kota Bukittinggi.
“Bukittinggi ibaratkan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Disatu sisi Bukittinggi milik semua warga kota Bukittinggi, tetapi disisi lain tidak dapat dipisahkan dari Kurai V Jorongnya. Artinya, pembangunan yang dilaksanakan di Bukitnggi tidak terlepas dari masyarakat Adat Kurai itu sendiri,” ujar Dt.Yang Pituan.
Atas berbagai prestasi dan capaian yang telah diraih oleh kota Bukittinggi, pemerintah kota Bukittinggi, menghaturkan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan berpartisipasi secara aktif demi terjalinnya kerjasama dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat dan stakeholder terkait. Karena semua prestasi tersebut pada dasarnya buah dari kerja keras seluruh masyarakat Kota Bukittinggi.
Selain itu, Pemko Bukittinggi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga, seluruh fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah kota. Dimana hal tersebut, dibangun dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, demi keindahan, keamanan serta kenyamanan kota Bukittinggi.
(Ophik)
