Bukittinggi, KABA12.com — Suasana duka masih menyelimuti kota Bukittinggi. Mulai dari kebakaran Pasar Atas, kebakaran Pasar Aur dan juga adanya pembongkaran kawasan Stasiun.
Hal ini membuat Walikota Bukittinggi mengambil kebijakan yang tidak biasa dalam menyambut HJK ke 233 yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2017 mendatang. Ramlan Nurmatias memutuskan untuk tidak menggelar acara yang terlalu meriah yang biasa dilakukan Bukittinggi setiap melaksanakan perayaan Hari Jadi Kota.
“Untuk tahun ini semua kegiatan yang berkaitan dengan suasana pesta dan kemeriahan tidak kita laksanakan kecuali yang telah diagendakan. Bukittinggi masih berselimut duka. Jadi kegiatan Makan Bajamba, konser HJK dan sejumlah kegiatan yang mengundang kemeriahan tidak kita laksanakan,” tegasnya.
Namun, HJK je 233 bukan tidak ada kegiatan sama sekali. Beberapa acara tetap dilaksanakan namun tidak mengandung kemeriahan yang besar. Kegiatan yang akan dilaksanakan seperti Rapat Paripurna, beberapa kegiatan di masing-masing OPD, sejumlah olah raga termasuk Pacu kuda sebagai alek nagari.
“Tidak banyak acara dilaksanakan, namun yang diselenggarakan pun tidak mengurangi arti kemeriahan hari jadi kota. Memang tidak ada acara yang memiliki kesan sebuah pesta besa-besaran, namun lebih kepada ceremonial sederhana dan mengingatkan kita akan sejarah bahwa Bukittinggi sudah berusia 233 tahun,” jelasnya.
Salah satu kegiatan menarik yang dilaksanakan dalam rangka HJK Bukittinggi ke 233, yaitu Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Gor Bermawi, Sabtu (16/12). Pada umumnya, ASN dan masyarakat Bukittinggi hadir untuk mendengarkan tausiyah oleh Ustadz DR. Arrasy Hasyim, Lc, MA.
(Ophik)
