Lubukbasung,kaba12 — Sejak bencana kekeringan melanda wilayah Kecamatan Ampek Angkek dan meluas ke wilayah Kecamatan Canduang, tim gabungan BPBD Agam sudah memasok ratusan ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Hingga hari ke-22, Senin, (23/9), tim gabungan dari unsur BPBD Agam, BPBD Sumbar, PDAM Agam, PMI Bukittinggi, KSB dan unsur lain, secara intensif memasok air bersih untuk kebutuhan MCK dan konsumsi warga di berbagai nagari di wilayah kecamatan Ampek Angkek dan Kecamatan Canduang.
Kondisi ini, sudah berlangsung sejak Agustus lalu, dampak semakin keroposnya tanah dan rendahnya potensi resapan air, yang membuat tidak ada genangan air yang bisa bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan harian terutama untuk konsumsi dan MCK, walau curah hujan sudah semakin tinggi di wilayah itu.

Kalaksa BPBD Agam melalui Kabid.KL BPBD Agam Ichwan Pratama Danda menyebutkan, kondisi kekeringan sumber air untuk kebutuhan konsumsi dan MCK warga itu, sudah berlangsung hampir satu bulan, yang ditengarai dampak makin rendahnya potensi resapan air tanah, yang penyebabnya masih dalam kajian unsur terkait saat ini.
Disebutkan Ichwan, pihaknya sesuai instruksi Bupati Agam, secara intensif setiap hari memasok kebutuhan air bersih untuk warga di berbagai nagari di dua kecamatan tersebut, bahkan untuk cadangan air, pihaknya sudah menempatkan tendon penampung air di berbagai lokasi di beberapa nagari.
Saat ini, armada pemasok air bersih masing-masing milik PDAM Agam, BPBD Sumbar dan PMI Bukittinggi, setiap hari secaar marathon mensuplai air bersih ke rumah-rumah penduduk, yang sudah menyiapkan berbagai peralatan penampung air, “sesuai jadual yang disepakati bersama walinagari, tim gabungan mendatangi kompleks pemukiman warga untuk suplai air bersih. Hal ini, masih akan terus dilakukan, sampai kondisi normal, “sebutnya.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, hingga saat ini, belum ada solusi terkait dengan upaya penanganan dampak kekeringan air tanah di dua kecamatan termasuk. Namun, penelitian pun masih belum dilakukan oleh unsur terkait, sehingga upaya penanganan baru sebatas suplai air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan itu.
(HARMEN)



