Kaba Pemko Bukittinggi

Festival Silek Tingkatkan Ketahanan Budaya di Tengah Peradaban Dunia

Bukittinggi, KABA12.com — Setelah berlangsung selama tiga hari, Festival Silek Tradisional Minangkabau, ditutup.

Kegiatan yang dikemas dengan tujuh item acara itu, ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Bukittinggi, di lapangan Wirabraja, Kamis (29/11) malam.

Kadisdikbud Bukittinggi, Mefi Abra, selaku ketua panitia, menjelaskan, festival ini berlangsung tiga hari, dibuka pada Selasa (27/11) dan berakhir pada Kamis (29/11) dengan tujuh item acara.

Pembukaan arak iriang, galanggang silek tradisional Minangkabau, eksebisi pesilat nasional dan interbasional, eksebisi pandeka Minangkabau, workshop silat, pameran dan tour destinasi wisata.

“Kegiatan ini diikuti 10 pesilat nasional, 57 sasaran silek dan 20 pesilat yang telah melalang buana kemancanegara atau pernah belajar di Bukittinggi dan mengembangkannya di luar negeri. Festival berjalan baik dan sangat ramai disaksikan masyarakat Bukittinggi sekitarnya,” jelas Melfi.

Kepala Dinas Kebudayaan provinsi Sumatera Barat, menyampaikan, featival silek ini secara tidak langsung, membuka ruang keberagaman ekspresi silek tradisi.

Festival Silek Tradisional Minangkabau, salah satu upaya memelihara, memperkenalkan, meningkatkan apresiasi, mewariskan, melestarikan dan mempromosikan silek sebagai salah satu kekayaan intelektual dari kearifan lokal Minangkabau yang telah mendunia.

“Event ini tentu dapat mendorong interaksi budaya silek antar kelompok dengan semangat kebersamaan. Karena secara lahiriahnya, silek menjadi parik paga nagari dan penjaga diri. Ini patut diapresiasi, karena Festival Silek Tradisional Minangkabau, membangkitkan gairah para generasi muda terhadap nilai-nilai seni budaya tradisional Minangkabau, memberikan kebanggaan dan rasa memiliki bagi masyarakat terhadap keberadaan silek,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, mengapresiasi pelaksanaan festival silek Minangkabau yang dapat menjadi salah satu upaya mempererat persatuan dan kesatuan. Kegiatan ini tentunya dapat melindungi kebebasan silek tradisi Minangkabau.

“Festival silek tradisional Minangkabau, dapat mendorong interaksi budaya dengan semangat persatuan dan kesatuan. Silek dapat menjadi pertahanan diri dalam menjaga negeri. Pada saat ini silek diharapakan mampu menggerakkan partisipasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat silek tradisi,” ungkap Irwandi.

Lebih lanjut, Pemko Bukittiggi juga berkomitmen untuk dapat mengagendakan kegiatan serupa di tahun yang akan datang. Hal ini dilakukan untuk dapat memperkaya nilai budaya serta mempromosikan nilai silek yang berkontribusi bagi pengayaan budaya secara nasional .

“Etensi dari pemerintah dari provsinsi sampai kota kabupaten, tentu sangat diharapkan dengan kebersaman, kita dapat memproteksi budaya silek tradisional dan meningkatkan ketahanan budaya di tengah peradaban dunia,” jelas Irwandi.

Dalam kegiatan itu, diserhkan penghargaan kepada 13 Tuo Silek yang turut andil dalam memgembagkan seni tradisi silek di Minangkabau. Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada para peserta festival silek dari mancanegara.

(Ophik)

0Shares
To Top