Maninjau, kaba12.com — Festival pesona Maninjau 2018 yang digelar selama 2 hari Sabtu-Minggu,(15-16/12) di seputaran danau Maninjau diyakini kembali semarakkan potensi wisata di wilayah itu.
Walau belum ada perubahan berarti, kondisi danau Maninjau masih “hancur” dampak limbah pakan ikan yang membuat danau Maninjau rusak parah, bahkan program save Maninjau yang dipimpin Wabup Agam Trinda Farhan dan digadang-gadang sebagai agenda penyelamatan danau tersebut, ternyata tidak memberi arti apa-apa.
Festival pesona Maninjau 2018 diyakini menjadi ajang pemanasan untuk kembali membangkitkan pesona kawasan wisata yang terkenal di dunia itu, karena bupati Agam merancang beberapa event besar untuk menghidupkan kembali potensi salingka danau itu.
Menurut H.Masri Uwo, tokoh masyarakat Tanjung Raya, event yang dibuka Sabtu, (15/12) di objek wisata Muko-Muko itu, diyakini bisa kembali membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali menyemarakkan beragam potensi wisata budaya yang sangat kompleks dimiliki di salingka danau Maninjau.
Event yang digekar Sabtu-Minggu ini, diyakini bakal menjadi motivasi tersendiri untuk kembali membangun kebanggaan akan sosok danau Maninjau yang sangat luar biasa,” kami optimis, dengan intensifnya kegiatan, bahkan jika bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat, sosok danau Maninjau akan kembali berjaya sebagai daerah tujuan wisata,walau kondisi danau masih memprihatinkan,” sebut H.Masri Uwo lagi.
Event promosi wisata yang digelar di penghujung tahun 2018 ini, selain menggelar beberapa lomba, juga disemarakkan kegiatan eksebisi dan parade, termasuk kayak dan perahu naga yang menyedot perhatian banyak pengunjung.
ARDI
