Akhir Februari 2023, tepatnya Selasa,(28/2) menjadi hari yang luar biasa bahkan menjadi hari yang special bagi “pasukan orange”. Para pengguwa yang selama ini berada digaris depan dalam memberangus tumpukan sampah, dengan segala resiko, termasuk bau menyengat yang terkadang menjadi santapan yang biasa.
Adalah Piala Adipura, supremasi bergengsi bidang kebersihan yang sempat 3 tahun “diam” dampak pandemic covid-19, dan tahun 2022 lalu, kembali digelar pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Bagi Kabupaten Agam, Piala Adipura yang mengundang bangga, bahkan menjadi euphoria luar biasa justru menjadi dambaan sejak lama. Pasalnya, hampir 30 tahun usia Kota Lubukbasung sejak menjadi Ibukota Kabupaten Agam setelah perpindahan ibukota dari Bukittinggi, 19 Juli 1993 lalu, ini baru kali pertama masyarakat Kabupaten Agam, khususnya masyarakat Lubukbasung bisa menyentuh langsung piala yang mengundang bangga, buah karya mereka yang bergelut dengan sampah, sapu lidi, cangkul, gunting rumput, truk pengangkut sampah, pengait rumah, yang menjadi teman akrab walau panas menyengat kepala dan punggung mereka.
Kabupaten Agam patut berbangga, setelah sebelumnya sejak masa pemerintahan H.Ismu Nazif (alm) menjabat Bupati Agam 1995-2000, dilantik masa pemerintahan H.Aristo Munandar (2000-2010) dan H.Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah (2010-2020) Kota Lubukbasung harus sukses merebut Sertifikat Adipura dan Plakat Adipura.
Baru, masa pemerintahan H.Andri Warman (2020-2024), persis dua hari pasca dilantik sebagai bupati Agam di tahun kedua masa tugasnya (dilantik 26 Februari 2021), Kota Lubukbasung sukses menempatkan diri sebagai salah satu Kota Bersih di Indonesia yang ditandai dengan Anugerah Piala Adipura.

Wajar saja euphoria begitu luar biasa terlihat. Semua penghormatan justru mengarah pada para “ pasukan kuning”dipimpin Ir.Arief Restu selaku kepala DLH Agam, Emrizal, sekretaris DLH, Arman A, Kabid.Kebersihan dan Jafrizal, Kabid.Pertamanan bersama para staf yang mengusung bangga.
Banyak pihak menyebut, walau masih banyak yang harus dibenahi, namun Piala Adipura yang diraih jadi pelecut motivasi bagi semua elemen yang ada, pasalnya walau sebagian seakan tak percaya Kota Lubukbasung sukses melambung di pentas nasional, tapi itulah fakta.
Faktanya adalah prestasi Piala Adipura, dan berkat pasukan orange bersama segala unsur yang ada, sukses melambungkan nama kabupaten Agam, nama Kota Lubukbasung, ibukota daerah ini ke pentas nasional.-HARMEN.-
Sambut Piala Adipura Perdana, Rang Agam “ Kuasai “ BIM
Kabupaten Agam Rabu,(1/3) betul-betul luar biasa. Tak tanggung-tanggung, prosesi penyambutan Piala Adipura perdana yang diraih Kota Lubukbasung kategori kota kecil dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang tidak hanya viral bahkan menjalar di wilayah kabupaten Agam semata, euphoria itu berimbas ke daerah lain.

Bahkan, sejak awal penyambutan di ruang tunggu kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), lautan manusia dari kabupaten Agam sudah “memerah” di areal bandara oleh rombongan “ pasukan orange” yang sengaja memakai atribut khusus berwarna merah, orange dan warna hijau sudah menyemut di kawasan tersebut.
Tak hanya padat oleh rombongan dari kabupaten Agam, sehingga rombongan dari daerah lain dengan tujuan yang sama, termasuk pengunjung bandara terpaksa menyingkir karena tumpahan rombongan kabupaten Agam yang sengaja bergembira, disemarakkan bunyi tambua tansa sehingga membuat suasana di terminal kedatangan itu jadi riuh rendah.

Bahkan, sampai rombongan berangkat usai pengalungan bunga oleh Asisten I Sekab.Agam Rahman pada bupati Agam Andri Warman dan Kepala DLH Agam Arief Restu didampingi Kepala BPBD Agam Bambang Warsito, hingar-bingar masih terasa, bahkan sampai para petugas kebersihan Agam yang datang dari Lubukbasung sengaja mengendong bupati Agam, bergoyang mengikuti irama tambua tansa.
“Alhamdulillah suasana penyambutan meriah, namun tetap aman, tertib dan lancar sesuai yang direncanakan, “ ungkap Bambang Warsito yang mengkoordinir penyambutan Piala Adipura Kota Lubukbasung di BIM, Padang Pariaman itu.-HARMEN.-
Bangga Kota Lubukbasung, Piala Adipura Jawab Semua Tanya
Bagi Ir.Arief Restu, Msc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, prestasi Piala Adipura 2022 yang diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta, Selasa, (28/2) seakan menjadi jawaban atas semua pertanyaan dan keraguan yang sejak lama mencuat.
Banyak tanya yang entah dengan maksud apa, meragukan sosok Kota Lubukbasung, bisa lolos dari seleksi tim nasional penilai Adipura dari Kementrian LHK, saat melakukan peninjauan lapangan. 12 Oktober 2022 lalu.

Pasalnya, banyak objek penilaian yang menjadi sorotan publik sebelumnya, sukses bisa disulap menjadi kawasan yang rapi dan bersih, sebut saja kompleks Terminal Antokan yang menjadi pasar rutin 2 pekan sekali Rabu-Sabtu, kompleks Pasar Serikat Lubukbasung-Garagahan dengan hari pekan Kamis-Minggu, kompleks Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Cumateh, RSUD Lubukbasung, SMAN 2 Lubukbasung, SMPN 3 Lubukbasung, kompleks GOR Rang Agam, kompleks Stadion Bukik Bunian, Lubukbasung dan berbagai areal lain.
Masyarakat yang terbiasa dengan kenyamanan dan keindahan yang sebelumnya mendapat “control ekstra ketat”, disebut-sebut sempat melemah, namun sejak program Agam Bersih, hasil kolaborasi bersama DLH, Dishub, BPBD, RSUD Lubukbasung, Satpol.PP-Damkar, dan tokoh masyarakat, keraguan yang sempat mengapung justru pupus dengan sendirinya.
Sosok kota Lubukbasung dengan keindahan taman di sepanjang jalur jalan utama, pengelolaan sampah di sepanjang aliran sungai kecil dan drainase di pusat kota, dan pengawasan sampah yang cukup ketat, menjadi bahan bahasan rutin setiap saat. Kota Lubukbasung bersih menjadi komitmen utama untuk diwujudkan.

Semua pernyataan terjawab sudah, “ kami jawab dengan kerja bersama. Kebersamaan seluruh OPD Pemkab.Agam menjadi kekuatan penting dalam mendorong terealisasinya kota bersih dan nyaman di Lubukbasung, semua unsur pro-aktif, karena memang itu kunci penting, “ ungkap Arief Restu, Kepala DLH Agam.- HARMEN.-
Sukses Piala Adipura, Kolaborasi Harus Lebih Maksimal
Piala Adipura yang diraih Kota Lubukbasung merupakan sukses bersama seluruh komponen yang ada. Hal ini, menjadi catatan penting pergerakan awal yang dilakukan unsur terkait di Pemkab. Agam pasca desakan pembenahan dan pengelolaan kebersihan lebih baik dari masyarakat.

Pasalnya, setelah berbagai sarana terbangun apik di Lubukbasung, tak hanya sarana perkantoran tapi juga ruang terbuka hijau, saluran irigasi dan drainase kota serta “pondasi” awal yang dibangun cukup kuat yang digagas pimpinan daerah sebelumnya. Kondisi kekinian, sebetulnya perhatian dan dukungan dana mestinya sudah harus maksimal, mengingat beragam sarana yang ada, sudah menampilkan sosok Lubukbasung sebagai sebuah kota yang memadai.
Munculnya program “ Agam Bersih” yang dipimpin Asisten I Sekab.Agam Rahman bersama Asisten II H.Jetson, diperkuat OPD Pemkab.Agam yang memiliki “ pasukan” masing-masing Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol.PP-Damkar, RSUD Lubukbasung, memperkuat “pasukan orange” yang berjibaku di garis depan.
Menurut Rahman, program Agam Bersih sebetulnya beranjak untuk instruksi bupati Agam dalam penanganan sampah secara optimal di kabupaten Agam, sehingga dimunculkan program Rabu Krida yang menjalar di seluruh kecamatan dan nagari, “ Alhamdulillah, cukup efektif, “sebutnya.

Pengelolaan sampah dan kebersihan, ulas Ir.Jetson- menjadi bagian penting kegiatan mingguan ASN dan aparatur Pemkab.Agam di seluruh wilayah, yang mencakup penanganan sampah, memelihara taman dan mendorong kesadaran masyarakat dalam peduli, “ kolaborasi itu yang harus terus kita perkuat kedepan, “ungkap Asisten II Sekab.Agam itu.
Menurut Bambang Warsito, masalah sampah dan kebersihan, tidak hanya menjadi tugas DLH Agam semata, tapi seluruh OPD, termasuk BPBD punya peran penting mendorong warga, “ tanpa peran masyarakat, sampah yang berserakan, dibuang seenaknya di sungai, justru bisa menjadi bencana, “ulasnya.

Hal serupa disebutkan Handria Asmi, Kadishub Agam, yang menyebutkan jalur jalan yang bersih, bebas sampah, untuk akan menciptakan kondisi lalulintas yang nyaman dan aman, “ semua aspek sangat menentukan, untuk keamanan dan kenyamanan bersama, jika lingungan bersih, “ulasnya.
Apalagi bagi RSUD Lubukbasung, sebut dr.Riko Krisman, direktur RSUD yang menyebut, suasana nyaman, bersih dan indah, justru akan berdampak massif bagi pelayanan di rumah sakit, “ suasana bersih akan membangun kenyamanan pasien dan pengunjung, semua punya peran, “ulasnya.-HARMEN.-
Disambut Ribuan Warga Yang Bangga, Jadi Obat Penat Pasukan Orange
Antusias yang dipicu rasa bangga masyarakat kabupaten Agam, diperlihatkan warga di dua kecamatan masing-masing Tanjung Raya dan Lubukbasung menyambut dengan sukacita rombongan Bupati Agam Dr.Andri Warman bersama Kepala DLH Agam Ir.Arief Restu dan rombongan pasukan orange memasuki wilayah kabupaten Agam.

Hal itu terlihat, saat akan memasuki batas daerah Padang Pariaman-Agam di Tiku, ratusan warga dan bersama anak-anak sekolah sudah berbaris di sepanjang jalan lintas Sumatera sambil melambaikan bendera dan atribut adipura.
Bupati Agam yang tidak menyangka akan ada penyambutan seperti itu, ikut “terpurangah” melihat warga yang antusias, sehingga tak penat harus naik-turun kendaraan di 9 titik penyambutan dalam wilayah Tanjung Mutiara sampai ke batas kecamatan Lubukbasung, “ Alhamdulillah, warga Tanjung Mutiara sangat bangga akan prestasi Piala Adipura, “ ungkap Edo Aipa Pratama, camat Tanjung Mutiara.

Semarak penyambutan terlihat beda di Simpang Gudang, Manggopoh, Bupati bersama kepala DLH Agam terlihat kewalahan diserbu warga yang gembira untuk berfoto bersama, usai dipasangkan helm khas petugas kebersihan, dihebohkan tambua tansa dan riuh rendah teriakan warga yang gembira, “ kita surprise dengan penyambutan ini, “ungkap Bupati Andri Warman.

Yang luar biasa di sepanjang jalan menuju Lubukbasung, ribuan warga bersama anak-anak sekolah berjejer rapi, melambaikan bendera, bahkan segera bupati kembali turun untuk berfoto bersama.
Apalagi di Simpang III Lubukbasung, semarak penyambutan oleh masyarakat, membuat macet jalur jalan utama menuju pusat pemerintahan kabupaten Agam itu, sehingga personil Dishub Agam yang sudah siaga sejak pagi, harus bekerja ekstra mengatur lalulintas, di sepanjang jalur jalan yang dilewati.

“ Rasanya penat dan kerja keras seluruh anggota terobati dengan luar biasanya penyambutan dan penghargaan yang diberikan masyarakat kepada kami, “ ungkap Armen,A, Kabid.Kersihan dan Jafrizal, Kabid.Pertamanan DLH Agam.-HARMEN.-
Lubukbasung Incar Piala Adipura Kencana, Andri Warman : Kedepan, Harus Lebih Baik
Bupati Agam Dr.Andri Warman berharap, kedepan penanganan dan pengelolaan kebersihan harus lebih baik dan optimal. Pemkab.Agam memproyeksikan dukungan khusus sebagai wujud tanggung-jawab pemerintah daerah untuk mempertahankan prestasi Piala Adipura untuk tahun-tahun beributnya.
Bahkan Andri Warman menegaskan, Pemkab.Agam akan memberi dukungan lebih, tidak hanya dalam upaya penataan kota Lubukbasung, juga melengkapi berbagai sarana pendukung operasonal tim DLH Agam dalam mengelola kebersihan, “ secara bertahap akan kita realisasikan, “tegasnya.

Andri Warman menegaskan, kabupaten Agam bersama masyarakat Lubukbasung harus mempertahankan anugerah Piala Adipura yang diraih tahun ini, “ kita harus pertahankan, kita harus dapatkan Piala Adipura Kencana. Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa, selalu kita punya niat dan komitmen yang kuat, “ tegasnya serius.
Bupati Agam Dr.Andri Warman yang ikut larut dalam sukacita, sehingga lupa belum sarapan dari pagi sejak berangkat dari Jakarta sampai ke Lubukbasung pukul 13.00 WIB itu, secara terbuka menjanjikan bonus khusus untuk “pasukan orange” yang dianggapnya luarbiasa.

Perhatian Bupati Agam itu pada “pasukan orange” bukan tanpa alasan, selain karena buat kerja keras penuh ikhlas yang dilakukan 110 orang personil itu, juga sejak dari awal menyambutan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), petugas kebersihan itu sudah menyerbut bupati Agam itu, bahkan dengan gembira mengendong bupati Agam disela gemuruh tambua tansa yang sengaja dibawa dari Lubukbasung.

Pernyataan bupati Agam itu, dijabarkan Sekab.Agam H.Edi Busti, yang menyebut tahun 2023 ini, Pemkab.Agam sudah mengalokasikan armada tambahan yang pengelolaan sampah dan kebersihan, selain 4 armada pengangkut sampah modern, dukungan operasional DLH Agam, termasuk “pasukan orange” menjadi catatan penting.
Diyakinkan Edi Busti, untuk mempertahankan Piala Adipura dan mendorong lebih optimalnya pengelolaan dan penanganan masalah kebersihan, pihaknya akan melakukan kajian lebih khusus dengan DLH Agam sehingga berbagai program dan target yang diproyeksikan bisa berwujud nyata.-HARMEN.-
Tugu Piala Adipura di Lubukbasung, Didamba Jadi Monumen Kebanggaan
Tokoh – tokoh masyarakat Lubukbasung bersama kalangan ninik mamak berharap, sukacita dan euphoria atas anugerah Piala Adipura yang diraih Kota Lubukbasung tahun ini, mesjid dipancang sebagai moment bersejarah di kabupaten Agam.

Bahkan diharapkan, Pemkab.Agam segera membangun taman-tugu Piala Adipura, tidak hanya sebagai perlambang prestasi sebagai wujud rasa bangga, tapi juga sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat bahkan kebersihan lingkungan adalah sebuah kewajiban bersama yang harus dihargai bersama.
Beberapa tokoh masyarakat Lubukbasung, mengusulkan beberapa alternative lokasi, termasuk yang paling pas dibangun di jalur jalan masuk di Simpang Banda Baru, sebagai pintu masuk ke kawasan kota Lubukbasung, dengan beragam pertimbangan dan dampak positif untuk daerah.

Seperti disebutkan N.Dt.Asa Labiah, ketua BAMUS Nagari Lubukbasung, M.Ater Dt.Manambun, ninik mamak yang juga anggota DPRD Agam, S.St.Bandaro, H. Rajo Bungsu, Sudirman dan Mulyadi, beberapa warga yang dimintai tanggapannya tentang Piala Adipura dan ornament khusus yang mesti dibangun Pemkab.Agam.
“ Kita sependapat, taman tugu Piala Adipura segera dibangun, hal ini akan berdampak positif untuk kemajuan pembangunan di Lubukbasung, “sebut N.Dt.Asa Labiah.
Sementara menurut Sudirman Pemkab.Agam diharapkan bisa mempertimbangkan lokasi yang betul-betul efektif dan punya dampak berganda untuk masyarakat, selain untuk estetika dan monument kebanggaan, taman-tugu Piala Adipura Agam yang akan dibangun, bisa memberi kesan lebih lingkup pembangunan perkotaan tidak hanya terkonsentrasi di Padang Baru saja.
HARMEN
