Palembayan,kaba12 — Pemerintah Kecamatan Palembayan, sampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi pada semua pihak yang membantu korban terdampak dan penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang memporak-porandakan Nagari Salareh Aia Utara, Nagari Salareh Ai Timur dan nagari lain, Kamis, (27/11/2025) lalu.
Kecamatan Palembayan merupakan wilayah terparah dihantam banjir bandang dengan jumlah korban yang sangat besar. Tercatat sebanyak 136 orang meninggal dunia, dari total 165 korban tewas di Kabupaten Agam, 32 orang masih dinyatakan hilang dari total 37 warga hilang di Agam, dengan jumlah warga yang mengungsi mencapai 737 orang akibat 579 rumah rusak, 183 unit diantaranya hanyut, 133 rusak berat dan 214 terancam.

Tak hanya itu, luas lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak mencapai 688,60 hektar, juga ternak yang hanyut serta infrastruktur terdampak dengan total kerugian sangat besar mencapai Rp.23 Miliar lebih, serta berbagai sarana lain, baik sarana pendidikan, sarana ibadah dan lainnya.
Upaya pencarian korban yang sejak awal kejadian sudah sangat maksimal dilakukan oleh berbagai unsur, baik TNI-Polri, Basarnas, relawan dari berbagai komponen, masyarakat, komunitas sosial-kebencanaan, PMI, ormas pemuda, para perantau dan berbagai unsur lain, menjadi kekuatan luar biasa yang mendorong seluruh masyarakat terdampak untuk bertahan dan berupaya bangkit.


Pernyataan resmi pemerintah kecamatan Palembayan, seperti disampaikan sekretaris camat Harfi Yendo,SH yang mewakili pemerintah kecamatan dan nagari, bersama seluruh unsur masyarakat termasuk warga terdampak bencana di Palembayan, menyatakan terimakasih yang tak terhingga atas segala bantuan, dukungan dan perhatian yang diberikan berbagai pihak pada masyarakat Palembayan.
“Kami tidak bisa menyampaikan satu per satu nama, kelompok, institusi, komunitas perantau, tokoh masyarakat, dan komponen partai politik, para anggota DPR RI, DPRD Sumbar, DPRD Agam, dari berbagai unsur pemerintahan tidak hanya di kabupaten Agam dan Pemprov Sumbar, tapi juga dari jajaran pemerintahan pusat dan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk jajaran TNI, Polri, Basarnas,PMI dan unsur lain, yang sejak awal membantu warga terdampak, kami sangat berterimakasih, dukungan, bantuan dan perhatian yang diberikan menjadi penguatan luar biasa bagi kami dan masyarakat, “sebut Harfi Yendo.

Disisi lain, untuk penanganan dampak bencana memasuki masa transisi pemulihan,di Kecamatan Palembayan masih sangat banyak pekerjaan berat yang harus dilakukan,terutama penanganan warga terdampak, pembangunan huntara, pembersihan material banjir bandang dan berbagai agenda besar lain yang sudah disiapkan pemerintah untuk masyarakat Palembayan.
“Kami sangat berterimakasih. Kami berharap, dukungan dan bantuan untuk warga terdampak bencana di Kecamatan Palembayan tetap terus mengalir, karena banyak hal yang harus ditangani sampai kondisi warga bisa pulih dan bisa menjalani aktivitas baru, pasca bencana besar melanda wilayah itu, “ungkap Sekretaris Camat Palembayan itu dengan nada terbata-bata, karena haru dan masih diselimuti duka.
(HARMEN)
