Maninjau, kaba12.com — Kalangan DPRD Agam prihatin, menyusul makin “memilukannya” kondisi danau Maninjau, dampak rutinitas kematian ikan budidya di keramba jaring apung (KJA). Bahkan, dalam bulan Februari 2022 ini, lebih dari 255 ton ikan yang mati.
Kondisi ini, tidak hanya berdampak terhadap pengelola ikan KJA, tapi juga pada masyarakat di sekeliling danau Maninjau, termasuk para pengunjung yang enggan datang ke kawasan wisata itu karena bau tak sedap yang ditimbulkan.
Menyikapi kondisi itu, kalangan DPRD Agam meminta pemerintah untuk bergerak cepat untuk merealisasikan berbagai rencana yang sudah diprogramkan dalam rangkaian normalisasi danau Maninjau, terutama untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk dialami masyarakat.
Hal itu disebutkan Ketua DPRD Agam Novi Irwan, JP.Dt.Bintaro Hitam, Noveri Edios dan M.Ater Dt.Manambun dalam diskusi terpisah dengan kaba12.com beberapa waktu lalu.

Disebutkan, sebelumnya Pemkab.Agam sudah melakukan serangkaian langkah untuk kegiatan normalisasi danau Maninjau, bahkan tahun lalu, para menteri dan pimpinan pemerintah terkait di tingkat pusat sudah berdatangan ke Maninjau untuk melihat kondisi riil di lapangan.
“ Sudah harus ada langkah-langkah konkrit yang mesti dilakukan pemerintah di lapangan untuk menangani masalah itu, karena jika tidak, kondisi danau Maninjau akan seperti itu terus, karena mungkin akan semakin parah, karena tidak ada upaya mengatasinya, “ ungkap Novi Irwan melalui Kasubag.Humas-Protokol Sekretariat DPRD Agam Hasneril.
Harapan senada disebutkan beberapa anggota DPRD Agam lainnya, karena penanganan danau Maninjau yang harus fokus dalam upaya penyelematan potensi luar biasa yang dimiliki kabupaten Agam tersebut.
“ Kita berharap, fokus penanganan sudah harus dilakukan, termasuk desakan pada pemerintah pusat pun harus dilakukan segera, “ sebut JP.Dt.Bintaro Hitam.
Kondisi danau Maninjau yang semakin memprihatinkan, dibuktikan dengan semakin tingginya volume kematian ikan budidaya KJA, yang berimbas pada biodata alami danau Maninjau yang semakin langkah, dampak penumpukan pakan ikan di dasar danau.
HARMEN
