Direspon Disdikbud.Agam, Anissa Dipastikan Sekolah Lagi

Lubukbasung, kaba12 — Sempat viral pasca diberitakan kaba12, akhirnya Anisa, (10), bocah yang putus sekolah warga Bancah Paku, Jorong Bancah Taleh, Nagari Garagahan, kecamatan Lubukbasung dipastikan bisa melanjutkan pendidikannya.

Bahkan, jajaran Disdikbud Agam dan Kecamatan Lubukbasung langsung merespon pemberitaan tersebut, dan langsung mendatangi kediaman Maswendi, ayah sambung yang merawat Anissa di rumah yang sangat sederhana di Bancah Taleh itu.

Temuan kondisi keluarga Maswendi dan tidak bersekolahnya Anissa akibat dampak kesulitan ekonomi yang dialami keluarga itu, terungkap setelah Kasat Intelkam Polres Agam AKP.Roni mendatangi kediamannya di Dusun Bancah Paku, Jorong Bancah Taleh, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, Senin, (3/4) kemarin.

Kondisi memprihatinkan itu ditemukan Kasat.Intelkam AKP.Roni setelah berdialog dan menyerahkan bantuan tali asih untuk keluarga Maswendi, ayah sambung Anissa, sehingga terungkap kondisi ekonomi dan keberadaan Anissa yang tidak lagi bersekolah, padahal mestinya sang anak masih duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar.

Tim Disdikbud Agam bersama MKKS Lubukbasung mendatangi kediaman Maswendi, Selasa,(4/4) dan berdialog dengan keluarga yang berlangsung.

Menurut Fadli, ketua MKKS Lubukbasung, Kabid.Dikdas Disdikbud Agam bersama pihaknya mendatangi kediaman Maswendi dan berdiskusi dengan keluarga yang bersangkutan termasuk Anissa.

Hasil diskusi itu diperoleh data, bahwa Anissa sebelumnya memang sudah putus sekolah dimana sebelumnya Anissa tinggal di Padang Panjang, “ selama di Padang Panjang, pendidikan Anissa tidak terurus dan sudah terputus, “jelas Fadli.

Anissa sendiri kepada tim Disdikbud Agam mengaku bersedia dan sangat ingin bersekolah dan hal itu langsung direspon, yang akan segera difasilitasi untuk melanjutkan pendidikannya , “ Dikdisbud Agam melalui Dikdas akan memfasilitas kelanjutan sekolah Anissa, “ tegas Fadli.

Hanya Dengan Dama Togok

Kisah pilu keluarga Maswendi, yang sehari-hari bekerja serabutan termasuk sebagai buruh semprot perkebunan di wilayah itu, terungkap satu-satu ke permukaan. Pasalnya, akibat kondisi ekonominya yang sulit, dia kewalahan menutupi kebutuhan pokok keluarga, apalagi Maswendi tinggal di pondok milik orang lain bersama anak-anaknya, termasuk anak sambungnya Anissa.

Yang memprihatinkan, dampak minimnya ekonomi, rumah yang ditempati Maswendi bersama anak-anaknya, juga tidak meliliki penerangan yang memadai, tidak ada listrik. Jika malam hari, hanya “ dama togok “ yang menerangi pondok tersebut.

Menyaksikan kondisi memprihatinkan itu, beberapa tokoh masyarakat setempat mulai bergerak untuk mencari solusi terhadap kondisi miris yang dihadapi Maswendi, “ kita akan berupaya mencari solusi bersama-sama, “ ungkap beberapa tokoh pemuda kepada kaba12.

HARMEN

0Shares

One Reply to “Direspon Disdikbud.Agam, Anissa Dipastikan Sekolah Lagi”

Comments are closed.