Maninjau, kaba12 — Destinasi wisata kabupaten Agam di kawasan Maninjau semakin “susut” menyusul semakin terabai –kannya kondisi kelok 44 yang menjadi kebanggaan nasional. Pasalnya, kondisi jalan yang memprihatinkan, ditambah semak belukar yang merimba seakan tak terurus.
Kondisi itu kuat diduga, dari DPUTR Agam tak responsive terhadap kondisi di lapangan, pasalnya walau tanggungjawab pemeliharaan ruas jalan propinsi di kelok 44 dibawah kendali DPUTR Sumbar, namun kepedulian terhadap kondisi di lapangan dinilai kurang oleh banyak pihak.
Yang memprihatinkan, upaya Pemkab.Agam sejak lama untuk “mendongkrak” kebanggaan potensi wisata lalulintas dengan membangun taman-taman di sepanjang sudut kelok ( belokan) di ruas kelok 44 itu, makin tak terurus, hanya beberapa OPD dan perusahaan yang terlihat bersih dan tertata baik.
Bahkan, pantauan kaba12 Sabtu-Minggu ( 17-18/6) beberapa OPD” besar” Pemkab.Agam justru membiarkan kondisi taman kelok 44 merimba dan tak diurus, diantaranya terlihat taman DLH Agam, taman DPMN, taman DPUTR, taman Dinkes, dan banyak lagi.
Informasi yang diperoleh kaba12, sebelumnya Sekab.Agam bersama unsur pimpinan daerah, sudah kerap mengingatkan bahkan mengintruksikan perbaikan dan penataan taman, termasuk saat menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah lalu, namun yang merespon hanya Disdikbud.Agam yang membuat taman apik.
Kondisi itu dibenarkan Rahman,S,Ip,MM, Asisten I Sekab.Agam yang mengakui kondisi ruas jalandi sepanjang kelok 44 memperhatikan dan perlu perhatian serius, “ kita sudah kembali ingatkan, sesuai instruksi pimpinan, seluruh OPD terkait untuk kembali menata taman masing-masing di kelok-kelok tersebut, “ sebutnya menjawab kaba12.
Asisten I Sekab.Agam itu mengaku prihatin, kondisi kelok 44 yang menjadi kebanggaan bahkan destanasi sejarah transportasi di Indonesia itu, kurang mendapat tempat,” hal itu akan segera kita benahi, kami sudah minta OPD terkait untuk ke lapangan, menata kembali kawasan kelok-kelok sesuai peruntukannya, mungkin karena kondisi selama ini terabaikan, kita dorong hal itu, “ ungkap Rahman.
Sementara Kepala DLH Aga Areif Restu menjawab kaba12, membenarkan kondisi taman DLH di kelok 22 yang tidak terurus, “ kita akan segera tindaklanjuti, “sebutnya serius.
-HARMEN-
